Ruwajurai
Jelang Ramadan, PLN UID Lampung Salurkan 1.133 Paket Sembako Untuk Korban Banjir Pada 5 Kecamatan di Bandar Lampung
Alteripost Bandar Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung akibat cuaca ekstrem sejak Kamis (27/2).
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, PLN menyalurkan bantuan sebanyak 1.133 paket sembako melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada para korban banjir yang tersebar di lima kecamatan terdampak, yaitu:
1. Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan
2. Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang
3. Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi
4. Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang
5. Kelurahan Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian
Pamong Pematang Wangi, Linda Fitri, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian PLN kepada masyarakat yang terkena dampak banjir.
“Hujan deras sejak ba’da Isya (27/2) hingga subuh mengakibatkan banjir setinggi lutut orang dewasa di wilayah kami. Saya mewakili warga RT 11 Pematang Wangi, Tanjung Senang, mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan yang diberikan menjelang bulan Ramadan. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menjadi berkah bagi kami semua,” ujar Linda.
General Manager PLN UID Lampung, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa PLN berkomitmen tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga berkontribusi dalam perbaikan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui program-program TJSL yang terarah. Hal itu ditegaskannya saat menyalurkan bantuan sembako TJSL di Kelurahan Kalibalau Permai Kecamatan Kedamaian pada hari Senin (3/3).
“Hari ini di Awal bulan Ramadhan, PLN melalui TJSL bersama Srikandi melaksanakan penyaluran di kecamatan Kalibalau Kencana, disamping 5 lokasi lainnya yang sudah terlebih dahulu diberikan, bantuan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap masyarakat terdampak bencana. Kami berharap dapat meringankan beban warga dan mendukung mereka untuk bangkit kembali. PLN juga terus mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar dapat meminimalkan risiko bencana di masa depan,” jelas Joharifin.
Selain menyalurkan bantuan, Senior Manager Distribusi Muhammad Khadafi dan Senior Manager Komunikasi, Keuangan, dan Umum (KKU) PLN UID Lampung Rio Widiya Nugraha turut meninjau lokasi banjir serta menyerahkan bantuan langsung kepada warga.
Rio Widiya Nugraha menjelaskan, PLN UID Lampung menyalurkan bantuan sembako melalui program TJSL total sebanyak 1.133 paket sembako untuk lima kecamatan di Bandar Lampung yang terdampak banjir. “Khusus di Kelurahan Pematang wangi Kecamatan Tanjung Senang, kami mendistribusikan 305 paket dan di Kalibalau Permai Kecamatan Kedamaian sebanyak 123 paket. Semoga bantuan ini dapat memberikan semangat bagi warga yang terdampak untuk bangkit kembali, terutama menjelang bulan Ramadan,” ujar Rio.
PLN terus berkomitmen dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di berbagai daerah serta mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Bantuan yang diberikan disambut baik dan oleh para masyarakat terdampak, salah satunya Sariyem ibu Rumah tangga warga Sumber Waru Kalibalau kencana
“Terimakasih Bapak-bapak, ibu-ibu atas bantuannya, ini bermanfaat untuk kita orang” ungkapnya penuh haru.(*)
Ruwajurai
HIPMI Bandar Lampung Gelar Rakercab dan Diklatcab, Dorong Generasi Muda Jadi Pengusaha
Alterpost Bandar Lampung – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dan Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab) di Ballroom Swiss-Belhotel, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi HIPMI Kota Bandar Lampung untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas dan jiwa kewirausahaan generasi muda.
Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandar Lampung, Indra Feriza, mengatakan HIPMI tidak ingin sekadar menjadi organisasi, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan dunia usaha dan perekonomian daerah.
Menurutnya, HIPMI Bandar Lampung berkomitmen mendorong semakin banyak generasi muda untuk berani terjun ke dunia kewirausahaan. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan dan sinergi antara HIPMI dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa membangun dunia usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para pengusaha-pengusaha muda. Generasi muda ini harus kita dorong agar semakin banyak yang memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Indra.
Ia menambahkan, HIPMI juga ingin mengambil peran dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung yang berada di kisaran 5,6 persen.
Untuk mendukung target tersebut, HIPMI akan membangun sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan hingga lembaga pemerintah yang berkaitan dengan sektor ekonomi dan dunia usaha.
Beberapa pihak yang diharapkan dapat bersinergi antara lain Bank Lampung, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
” Kita ingin ada sinergi dengan BPS untuk melihat potret ekonomi Kota Bandar Lampung, kemudian dengan perbankan untuk akses kredit dan pembiayaan perusahaan. Dengan Bapenda, bagaimana dunia usaha juga bisa ikut berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” ujarnya.
Indra berharap Rakercab dan Diklatcab dapat melahirkan program-program yang mampu meningkatkan jumlah wirausaha baru, khususnya dari kalangan generasi muda dan Generasi Z.
“Harapannya tentu semakin banyak jiwa pengusaha muda. Kita ingin anak-anak muda, termasuk Gen Z, semakin berani masuk ke dunia usaha,” harapnya.
Ia juga memastikan kepengurusan BPC HIPMI Kota Bandar Lampung akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sebelumnya, sembari melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Pada prinsipnya kita melanjutkan program yang sebelumnya sudah ada, kemudian kita evaluasi dan perbaiki apa yang masih kurang. Yang sudah baik tentu kita pertahankan agar program-program HIPMI tetap berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI Kota Bandar Lampung.
Wilson berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan rumusan dan rekomendasi organisasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program kerja serta tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan selamat melaksanakan kegiatan kepada seluruh peserta. Saya berharap kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, lancar, serta menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Menurutnya, hasil rapat kerja harus mampu diwujudkan dalam program konkret yang mendukung kemajuan organisasi sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Jangan sampai hasil rapat ini berhenti pada rumusan dan rekomendasi semata, tetapi harus diwujudkan dalam program kerja dan tindakan nyata,” tegasnya.
Selain itu, Wilson menilai pendidikan dan pengembangan kewirausahaan menjadi hal penting di tengah berkembangnya berbagai peluang usaha, khususnya pada sektor usaha kecil dan menengah serta investasi baru.
Ia berharap peserta Diklatcab dapat meningkatkan wawasan, kemampuan, dan pengalaman praktis di bidang kewirausahaan sehingga mampu menjadi bagian dari kekuatan ekonomi Kota Bandar Lampung.
“Melalui kegiatan ini diharapkan lahir gagasan-gagasan baru yang dapat membuat organisasi semakin hidup dan memberikan kontribusi bagi kemajuan organisasi, masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.
Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI Kota Bandar Lampung tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol. Kegiatan berlangsung meriah dan diikuti jajaran pengurus serta peserta HIPMI Kota Bandar Lampung. (iyan)

