Lampung
Korpri Ramadan Berbagi, Wagub Jihan Nurlela Salurkan Bantuan untuk ASN Golongan I dan II
Alteripost Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membagikan paket sembako kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Golongan I dan Golongan II di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, yang digelar dalam Kegiatan Korpri Ramadan Berbagi, di Gedung Green Sport Arena, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (25/03/2025).
Wagub Jihan mengatakan bahwa kegiatan Korpri Ramadan Berbagi digelar sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung dan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesa (Korpri) Provinsi Lampung kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi, dan Bapak Gubernur juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus Korpri Provinsi Lampung, yang pada hari ini telah membuktikan komitmennya dalam berbagi, jadi Korpri ini bukan hanya organisasi yang menaungi seluruh Aparatur Sipil Negara, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial,” tutur Wagub.
“Hari ini Korpri membuktikan konsistennya bahwa Korpri juga selalu hadir dan memiliki kepedulian sosial terhadap sesama,” tambahnya.
Wagub Jihan juga berharap agar kegiatan sosial yang gelar oleh Korpri Provinsi Lampung tidak hanya digelar pada saat Bulan Ramadan saja, tapi juga di perayaan Hari Besar Keagamaan lainnya.
“Saya harap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan pada bulan puasa, namun hari-hari besar keagamaan lainnya juga, mengingat Korpri ini anggotanya tidak hanya umat muslim saja, besar harapan saya ada kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang bisa diagendakan sebanyak-banyaknya, dari kita, oleh kita, dan untuk kita bersama,” ucapnya.
Wagub Jihan juga mengatakan agar semangat berbagi ini dapat terus dijaga dan terus dikembangkan dimasa yang akan datang.
“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban ekonomi terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Semoga Korpri Provinsi Lampung tidak hanya jadi wadah bagi ASN tapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian dan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya,” tutup Wagub.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Lampung Meiry Harika Sari, S.STP., MM. Dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen dan kepedulian Korpri Provinsi Lampung untuk terus memperkuat rasa kebersamaan, persaudaraan dan solidaritas diantara sesama ASN.
“Kami menyadari bahwa dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, kebersamaan dan kepedulian sosial adalah nilai luhur yang harus terus dijaga, oleh karena itu kegiatan pemberian bantuan paket sembako bagi PNS Golongan I dan II, Korpri ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi tapi sebagai keluarga besar yang saling menguatkan,” paparnya.
Meiry Harika Sari juga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung ditengah kondisi perekonomian saat ini, terutama menjelang hari raya Idul Fitri.
Sebelumnya Gubernur Lampung telah mengeluarkan kebijakan tentang pemberian Tunjangan Hari Raya kepada seluruh ASN yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan melalui Korpri Provinsi Lampung berupa pemberian paket sembako.
“Ini menunjukan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap kesejahteraan ASN dan keluarganya, tidak hanya dalam bentuk kebijakan tetapi melalui aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” ungkap Meiry.
Pada kegiatan Korpri Ramadan Berbagi ini, Korpri Provinsi Lampung membagikan 24 paket sembako gratis senilai Rp.250.000 kepada 24 orang ASN Golongan I, dengan rincian Biro Umum 2 orang, Dinas Kelautan & Perikanan 2 orang, dari BPSDM 3 orang, dari RSUDAM 8 orang, selain itu masing-masing 1 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PM & PTSP, Dinas Perpustakaan, BPBD, Dinas Kehutanan, SMKN 1 Kalianda, SMKN 1 Natar, dan SMAN 1 Serputih Banyak, Lampung Tengah.
Kemudian tebus murah 1.168 paket sembako senilai Rp 100.000 per-paket yang dapat ditebus seharga Rp 25.000, khusus bagi ASN Golongan II di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk 25 orang yang berasal dari 13 SMAN dan SMKN yang ada di wilayah Bandar Lampung. (*)
Lampung
PKD ke-5 Lampung Satukan Ragam Budaya Nusantara
Alteripost Bandar Lampung – Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) ke-5 Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi dibuka di Taman Budaya Provinsi Lampung, Bandarlampung. Berlangsung pada 19 hingga 25 Oktober 2026, kegiatan ini tidak hanya menampilkan kesenian Lampung, tetapi juga memberikan ruang bagi beragam budaya Nusantara yang hidup di provinsi tersebut.
Arak-arakan budaya khas Lampung, Pincak Khakot, menandai pembukaan PKD ke-5. Diiringi payung putih dan kuning, prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi daerah kepada masyarakat.
Mengusung tema “Harmoni Budaya Bumi Lampung Menuju Indonesia Emas”, PKD berlangsung selama tujuh hari dengan menghadirkan beragam pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Lampung, Melly Ayunda, menjelaskan bahwa PKD tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, sanggar, seniman, serta perwakilan kerukunan daerah untuk memperkenalkan budaya masing-masing.
Berbagai agenda disiapkan untuk memeriahkan pekan budaya ini, mulai dari pameran seni rupa, lomba tari kreasi Nusantara, Pesona Talenta Anak, gelar seni budaya, hingga permainan tradisional.
Panitia juga menghadirkan Panggung Talenta Istimewa sebagai ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas dan anak-anak yang berhadapan dengan hukum.
Melly berharap keterlibatan berbagai komunitas tersebut dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya.
Keberagaman PKD ke-5 juga terlihat dari keikutsertaan perwakilan daerah di luar Lampung. Salah satunya penampil dari Sumatera Barat yang akan membawakan tradisi Malam Bainai pada 22 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.
Perwakilan penampil, Hj. Hanifah, menjelaskan bahwa Malam Bainai merupakan bagian dari adat menjelang pernikahan masyarakat Minangkabau. Tradisi ini juga mengandung makna memohon restu kepada orang tua sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Menurut Hanifah, keikutsertaan dalam PKD menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi Minangkabau kepada masyarakat Lampung, termasuk warga keturunan Minang yang menetap di provinsi ini.
Selain Sumatera Barat, PKD ke-5 juga menghadirkan penampilan budaya Bali dari Taman Mini Indonesia Indah.
Kehadiran perwakilan berbagai daerah tersebut memperkuat pesan bahwa Lampung bukan hanya menjadi tempat tumbuhnya budaya lokal, tetapi juga ruang hidup bersama bagi beragam tradisi Nusantara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, menyoroti pentingnya pelestarian budaya, termasuk penggunaan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Thomas, penggunaan bahasa Lampung mulai berkurang, termasuk di lingkungan keluarga. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan secara bersama-sama, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, turut menekankan pentingnya menjaga keberagaman serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.
Melalui PKD ke-5, masyarakat diajak memperkuat toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarkelompok di tengah keberagaman budaya.
Bagi Melly, keberhasilan PKD tidak hanya diukur dari ramainya pertunjukan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat bersedia datang, mengenal, dan ikut menjaga kebudayaan.
Ia pun mengajak masyarakat untuk hadir bersama keluarga dan teman menyaksikan rangkaian kegiatan PKD ke-5 di Taman Budaya Provinsi Lampung.
Pekan Kebudayaan Daerah ini diharapkan menjadi ruang pertemuan ant budaya sekaligus menjaga agar tradisi tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Yan)

