Lampung Selatan
Pemkab Lamsel dan Paluma Nusantara Bahas Kolaborasi Penanggulangan Bencana
Alteripost Kalianda – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama (Egi), menerima audiensi dari Mitra Tangguh Paluma Nusantara. Pertemuan berlangsung di ruang kerja bupati setempat, pada Selasa (18/3/2025).
Pertemuan itu membahas berbagai program dan hasil kegiatan yang telah dilakukan oleh Mitra Tangguh Paluma Nusantara dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Lampung Selatan.
Dalam audiensi tersebut, Project Manager Mitra Tangguh Paluma Nusantara, Nanang Priana menyampaikan, bahwa program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, terutama di daerah rawan gempa dan tsunami.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa bersinergi dalam mendukung program yang telah berjalan agar manfaatnya bisa lebih luas dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nanang Priana.
Nanang juga berharap, agar hasil dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh Mitra Tangguh Paluma Nusantara, bisa mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui perangkat daerah terkait.
“Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana,” kata Nanang.
Sementara, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyambut baik inisiatif dan upaya yang telah dilakukan oleh Mitra Tangguh Paluma Nusantara.
Bupati Egi menegaskan bahwa pemerintah daerah siap berkolaborasi dalam mendukung program mitigasi bencana guna menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana alam.
“Program-program yang telah dilakukan ini sangat bagus. Saya sangat mendukung penuh kegiatan ini. Nanti kita akan lebih perkuat kolaborasi ini agar dapat dilakukan dan dicontoh oleh desa-desa lain,” kata Bupati Egi.
Selain membahas hasil kegiatan, audiensi ini juga menyoroti pentingnya sosialisasi mengenai rumah aman dari bencana gempa. Konsep ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang standar bangunan tahan gempa serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan guna meminimalkan dampak dari bencana. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

