Lampung Selatan
DPRD Lampung Selatan Widodo Reses di Dusun Trans Jember, Warga Hadir Aktif
Alteripost Kalianda – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan Widodo menggelar Reses Masa Persidangan ke-1 tahun 2025 di titik kedua, yakni di Dusun Trans Jember Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.
Hadir pada acara tersebut, Kepala Desa Ketapang Bapak Hamsin, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga masyarakat setempat. Kegiatan diselenggarakan di halaman rumah Bapak Ahmad Badawi RT 02 RW 05 pada Jumat sore (18/04/2025).
Kepala Desa Ketapang, Hamsin pada momen tersebut, berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui dinas terkait bisa merealisasikan usulan warga masyarakatnya. Sebab menurutnya, jalan penghubung antara Dusun Trans Jember – Dusun Suka Maju sudah puluhan tahun lalu sudah diusulkan. Namun belum mendapatkan perhatian khusus dari Pemkab Lamsel.
“Selaku kepala desa, saya berharap Pak Dewan Widodo bisa mengawal usulan warga masyarakat Trans Jember agar bisa terealisasi. Dan jika nantinya terealisasi, saya berpesan kepada warga masyarakat Trans Jember agar dijaga dan dirawat dengan baik, ” harap Kades Hamsin.
Menanggapi aspirasi masyarakat pada momen reses di titik kedua tersebut, Widodo menyampaikan bahwa usulan pengerasan jalan lingkungan penghubung antar Dusun Trans Jember – Suka Maju sudah diusulkan oleh kepala desa dengan harapan bisa direalisasikan oleh Pemkab Lampung Selatan melalui Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.
“Terkait usulan jalan, kemaren Pak Kades sudah telpon saya bahwa beliau (Kades Hamsin) sudah buat proposal pengajuan. Dan proposal tersebut yang belum tandatangan tinggal pak camat. Artinya usulan jalan ini sudah diusulkan oleh Pak Kades kepada saya sebelum reses, dimohonkan agar jalan ini dibangun oleh Dinas PUPR Kabupaten Lampung, ” ungkapnya.
Sambung, kata Widodo dirinya sengaja melaksanakan reses di depan jalan penghubung antara Dusun Trans Jember – Suka Maju, tepatnya di halaman rumah Bapak Ahmad Badawi agar staff nya tau jalan ini yang diusulkan warga masyarakat. Itu tujuan saya, ” jelasnya.
Untuk usulan jalan usaha tani, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut, menyarankan agar kelompok tani atau Gapoktan untuk membuat proposal pengajuan ke Dinas Pertanian yang bunyinya pengajuan jalan usaha tani.
“Pokoknya saya prioritaskan Ketapang dan Karang Sari. Desa Karang Sari sudah mengusulkan jalan usaha tani, Desa Ketapang juga mengusulkan jalan usaha tani di APBD Perubahan atau APBD murni untuk tahun 2026. Tolong! Dikawal Pak Kades, ” buat proposal pengajuan melalui kelompok tani, begitu caranya, ” ucapnya.
Terkait, usulan para pemuda untuk lapangan voli, Widodo menceritakan bahwa sudah banyak membangun lapangan voli berikut penerangannya. Namun tidak dipakai, maka ia sedikit kecewa. Khusus untuk wilayah Trans Jember, ia mengarahkan para pemuda untuk meminta petunjuk dan arahan ke Dinas Olahraga. Nanti anggota DPRD mendorong.
“Kita jangan bergantung hanya kepada dewan dan kepala desa. Karena semua kegiatan itu punya dinas masing-masing. Kepemudaan koordinasi dengan Dinas Kepemudaan. Pak kades dan Pak Dewannya mendorong yang mengawal supaya tercapai, terakomodir dan terealisasi apa yang diinginkan oleh para pemuda, ” imbuhnya.
Sementara usulan untuk pembangunan balai dusun, Widodo mengarahkan untuk dibangun melalui dana desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD). “Mudah-mudahan untuk pembangunan balai dusun, Pak Kades bisa mengalokasikan dana desa maupun ADD untuk pembangunan tersebut, ” tutupnya.(*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

