Ekonomi dan Bisnis
OJK dan Pemkot Metro Edukasi ASN soal Investasi Legal dan Bahaya Keuangan Digital
Alteripost Metro – Dalam upaya memperluas edukasi keuangan kepada kelompok strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kota Metro melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Phintraco Sekuritas menggelar kegiatan Product Matching dan Edukasi Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro.
Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan pemahaman terhadap investasi legal sekaligus memperkuat perlindungan ASN dari risiko keuangan digital yang semakin kompleks.
Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai agen literasi keuangan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat. Selain menerima materi edukatif, peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung melalui pembukaan rekening efek sebagai bentuk implementasi inklusi keuangan di sektor pasar modal.
Materi dari OJK menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap produk keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga praktik judi online berkedok aplikasi. ASN dinilai sebagai kelompok yang cukup rentan terhadap modus-modus keuangan ilegal di tengah meningkatnya aktivitas digital.
Sementara itu, BEI dan Phintraco Sekuritas menyampaikan materi teknis mengenai investasi pasar modal, mulai dari pengenalan instrumen saham, mekanisme transaksi, pemanfaatan teknologi, hingga dasar-dasar manajemen risiko bagi investor pemula.
Sebagai wujud nyata inklusi keuangan, sejumlah ASN Pemkot Metro langsung membuka rekening efek yang difasilitasi oleh Phintraco Sekuritas. Ini menjadi tonggak awal dalam membudayakan investasi yang sehat dan legal di kalangan ASN.
Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung, Nurwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi di sektor pasar modal, yang secara nasional masih tergolong rendah.
“Diharapkan ASN tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami penggunaannya secara cerdas, mengenali risikonya, dan memilih produk yang resmi serta diawasi,” ujar Nurwanto.
Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Ir. Yeri Ehwan, M.T., yang menilai kegiatan ini relevan untuk membangun kemandirian finansial ASN dan menumbuhkan budaya investasi yang sehat.
“Kegiatan ini memperkuat kapasitas ASN dalam memahami risiko keuangan digital serta mengenal investasi legal seperti saham. Ini bagian dari pembinaan agar ASN lebih cerdas dan tanggap terhadap isu ekonomi,” ungkap Yeri.
Melalui kolaborasi OJK, BEI, Phintraco Sekuritas, dan Pemkot Metro, kegiatan ini diharapkan menjadi model literasi keuangan yang efektif, menjadikan ASN sebagai motor perubahan dalam perilaku keuangan di lingkungan kerja dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, ASN diharapkan mampu terhindar dari jebakan investasi ilegal dan turut aktif dalam mendukung pengembangan pasar keuangan nasional yang inklusif.(*)
Ekonomi dan Bisnis
Dorong Ekonomi Daerah, HIPMI Lampung Audiensi dengan Bank Lampung
Alteripost Bandar Lampung – Bank Lampung menerima audiensi Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung pada Selasa (21/04/2026).
Audiensi ini diterima langsung oleh Direktur Bisnis A. Karim Gusani yang didampingi oleh Direktur Kepatuhan Ahmad Zedri, Vice President dan Assistant Vice President Bank lampung, sementara itu jajaran pengurus inti BPD HIPMI Lampung yang turut hadir adalah Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Ketua Bidang 1, Ketua Bidang 6, serta Wakil Sekretaris Umum 12.
Pertemuan ini bertujuan untuk membuka ruang sinergi antara dunia perbankan dan pengusaha muda, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas anggota HIPMI di Provinsi Lampung. Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas sejumlah potensi kerja sama, mulai dari dukungan terhadap kegiatan organisasi, fasilitasi program pembinaan UMKM, hingga peluang kemitraan dalam kegiatan-kegiatan strategis yang diselenggarakan BPD HIPMI Lampung.
Dengan adanya pertemuan ini diharapkan adanya sinergi antara Bank Lampung dan pengusaha muda, khususnya dalam mendukung pengembangan usaha, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas anggota HIPMI di Provinsi Lampung.
Direktur Bisnis Bank Lampung A. Karim Gusani menyambut baik inisiasi ini dan berkomitmen untuk terus mendukung program-program BPD HIPMI Lampung, terutama yang memberikan dampak langsung terhadap pengembangan ekonomi daerah serta pemberdayaan pelaku usaha muda.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi anggota HIPMI, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung secara keseluruhan.(*)

