Connect with us

Lampung Selatan

Borong 11 Piala Sekaligus! MTsN 1 Lamsel Sabet Juara Umum Perkemahan Hari Pramuka ke-64 Tingkat Kwaran Kalianda

Published

on

Alteripost Kalianda – Keringat masih membasahi wajah-wajah muda itu. Nafas mereka terengah, langkah terasa berat, namun mata mereka memancarkan cahaya kemenangan.

Itulah potret Tim Pramuka MTsN 1 Lampung Selatan. Mereka baru saja menorehkan sejarah manis pada Perkemahan Hari Pramuka ke-64 Tingkat Kwartir Ranting (Kwaran) Kalianda.

Digelar pada 8–10 Agustus 2025 di Lapangan Agrowisata Way Handak, Kecamatan Kalianda, perkemahan akbar ini diikuti lebih dari 1.200 peserta dari hampir seluruh sekolah di wilayah tersebut—mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA.

Suasana perkemahan begitu hidup: tenda-tenda warna-warni berjajar rapi, dentuman langkah baris-berbaris menggema, aroma masakan lapangan tercium dari kejauhan, dan yel-yel khas pramuka memecah udara.

Di tengah atmosfer penuh semangat itu, Tim Pramuka MTsN 1 Lampung Selatan tampil bak bintang lapangan. Setiap lomba dihadapi dengan strategi, disiplin, dan kekompakan hasil tempaan latihan panjang.

Hasilnya luar biasa 11 piala berhasil mereka bawa pulang dari berbagai cabang lomba, sekaligus mengantarkan sekolah ini meraih gelar Juara Umum Tingkat Penggalang SMP/MTs.

“Capeknya hilang seketika waktu nama MTs Negeri 1 Lampung Selatan dipanggil sebagai juara umum,” ujar Faiza, salah satu anggota tim, sambil tersenyum lebar, Minggu (10/8).

*Hasil dari Kerja Keras Kolektif*

Kemenangan ini lahir dari latihan intensif berbulan-bulan. Dari simulasi lomba hingga latihan malam hari, semua dijalani demi mengharumkan nama sekolah.

Suwandi, Pembina Pramuka MTsN 1 Lampung Selatan (Lamsel) mengungkapkan, bahwa prestasi ini adalah buah kekompakan dan dukungan semua pihak.

“Ini bukti kerja keras yang dibarengi kekompakan, dukungan kepala sekolah, dewan guru, orang tua, dan semangat anak-anak. Berkat pelatih yang melatih dengan penuh semangat, kita bisa meraih hasil ini,” ujarnya.

Senada, Pelatih Pramuka MTsN 1 Lampung Selatan, Fikron menambahkan, bahwa persiapan dilakukan sekitar satu bulan dengan latihan rutin dan pembekalan informasi lomba.

“Alhamdulillah, dengan disiplin, kebersamaan, dan semangat pantang menyerah dari anak-anak, hasil terbaik tercapai,” katanya.

*Berikut deretan juara yang mengantarkan MTsN 1 Lampung Selatan meraih Juara Umum:*
1. Juara Umum Tingkat Penggalang SMP/MTs se-Kwartir Ranting Kalianda
2. Juara 1 PBB Putera
3. Juara 1 PBB Puteri
4. Juara 1 Senam Semaphore Putera
5. Juara 1 Senam Semaphore Puteri
6. Juara 3 Tata Boga Putera
7. Juara 1 Tata Boga Puteri
8. Juara 1 Pionering Putera
9. Juara 1 Pionering Puteri
10. Juara 1 Karnaval
11. Juara 1 Tenda Kreasi (Lomba Pendukung)

Prestasi ini bukan sekadar deretan piala, melainkan simbol dari semangat pantang menyerah, persahabatan yang terjalin erat, dan kebanggaan membawa nama MTs Negeri 1 Lampung Selatan bersinar di kancah pramuka. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga

Published

on

Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.

Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.

Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.

Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.

Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.

“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.

Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.

Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.

“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.

Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.

Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.

Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.

Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading