Lampung Selatan
Bupati Egi Terima Penghargaan Excellence in Tourism and Food Sustainability Integration
Alteripost Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menerima penghargaan Excellence In Tourism and Food Sustainability Integration dalam ajang bergengsi Indonesia Kita Awards 2025 yang digelar Garuda TV di Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab Lampung Selatan yang dinilai sukses mengintegrasikan sektor pariwisata dan ketahanan pangan dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Melalui konsep Kawasan Agro Edu Wisata Terpadu, Lampung Selatan dinilai berhasil menghadirkan inovasi ekonomi lokal yang ramah lingkungan dan menyejahterakan masyarakat.
Ajang penghargaan nasional itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sejumlah kepala daerah, gubernur, bupati, wali kota, dan tokoh inspiratif dari seluruh Indonesia juga turut hadir.
Selain Lampung Selatan, Provinsi Lampung juga meraih penghargaan di kategori Excellence in Agriculture and Food Prosperity, sedangkan Kota Bandar Lampung menerima penghargaan Excellence in Public Service Innovation.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sendiri mendapat penghargaan Distinguished Leadership in Home Affairs atas dedikasinya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah dan inovasi pelayanan publik di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi kepada Garuda TV atas penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Garuda TV. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap mampu melakukan inovasi dan perubahan,” ujar Tito.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengakuan tersebut.
Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memadukan potensi pariwisata dan sektor pangan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami di Pemkab Lampung Selatan untuk berkerja lebih baik. Melalui penghargaan ini, kami akan terus berinovasi demi masyarakat Lampung Selatan, khususnya para petani, pahlawan ketahanan pangan bangsa,” tutur Egi.
Ajang Indonesia Kita Awards 2025 menghadirkan berbagai kategori penghargaan, mulai dari Outstanding Leadership, Community Empowerment, hingga Innovation for Nation. Para penerima penghargaan dipilih melalui seleksi ketat oleh Dewan Juri Independen yang terdiri atas tokoh masyarakat, akademisi, dan pengamat politik.
Prestasi ini menambah deretan capaian Pemkab Lampung Selatan di tingkat nasional dan menegaskan posisi daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat ini sebagai salah satu daerah paling inovatif dalam pengembangan pariwisata berbasis ketahanan pangan berkelanjutan. (*)
Lampung Selatan
Bupati Egi Dorong SPPG Bandar Agung Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Juga Gerakkan Ekonomi Warga
Alteripost Sragi – Senyum dan antusiasme anak-anak mewarnai kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T Bandar Agung di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan.
Bagi mereka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghemat uang jajan.
Respons positif tersebut terlihat saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, berinteraksi langsung dengan para siswa dalam peresmian SPPG 3T Bandar Agung, Rabu (14/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan gizi, terutama bagi anak-anak di wilayah yang membutuhkan perhatian lebih.
Peresmian di Kabupaten Lampung Selatan ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Egi bersama Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional (BGN), Zainuri.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Peresmian Serentak SPPG Tahap II di Wilayah Indonesia Tengah dan Barat, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.
Peresmian yang dipusatkan di Provinsi Aceh itu diikuti 16 provinsi, dengan total 980 SPPG di wilayah 3T Indonesia bagian tengah. Langkah ini menjadi bagian dari perluasan jangkauan Program MBG agar manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
Saat berdialog dengan para siswa, Egi menanyakan tanggapan mereka terhadap makanan yang disediakan melalui program tersebut.
Anak-anak menyampaikan bahwa mereka senang dengan menu MBG. Selain memperoleh makanan, mereka juga merasakan manfaat karena dapat menghemat uang jajan.
Mendengar jawaban itu, Egi mengajak para siswa menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya program tersebut.
“Kalau senang, kita harus bilang terima kasih kepada Bapak Presiden,” tuturnya.
Bagi Egi, antusiasme anak-anak menjadi gambaran penting tentang bagaimana program pemenuhan gizi diterima oleh penerima manfaat. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pelaksanaannya, melainkan juga dari kualitas pelayanan dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam menghadirkan SPPG di Kecamatan Sragi. Menurutnya, koordinasi dan pengawasan perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal dan sesuai dengan tujuan program.
Egi juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan SPPG. Ia mengaitkan hal tersebut dengan program HELAU yang dikembangkan Pemkab Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
“Kita punya program Desa HELAU. Semoga SPPG-nya juga bisa menjadi SPPG HELAU, biar cantik SPPG-nya,” ujar Egi.
Selain mendukung pemenuhan gizi anak, keberadaan SPPG di wilayah Sragi diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha setempat. Petani, peternak, dan pemasok bahan pangan lokal berpotensi terlibat dalam rantai pasok kebutuhan SPPG, sehingga manfaat program dapat menjangkau sektor ekonomi masyarakat.
Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut perlu dibangun melalui kemitraan yang saling menguntungkan, dengan tetap memperhatikan kualitas, keamanan, dan ketersediaan bahan pangan. Dengan demikian, perluasan layanan gizi juga berpeluang menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah pelayanan.
Melalui kehadiran SPPG 3T Bandar Agung, Pemkab Lampung Selatan berharap akses pelayanan pemenuhan gizi semakin luas, khususnya bagi anak-anak di wilayah pelosok.
Di saat yang sama, kolaborasi antara pemerintah, pengelola SPPG, dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(*)

