Lampung Selatan
DPRD dan Pemkab Lamsel Kompak Dukung Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih di Ketapang
Alteripost Ketapang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) terus mempercepat pengembangan kawasan pesisir melalui proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang.
Hal ini ditandai dengan kegiatan peninjauan lapangan oleh sejumlah pejabat dan anggota DPRD Lampung Selatan, Selasa (4/11/2025).
Dalam peninjauan tersebut hadir Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan, Dwi Jatmiko, didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Joner Butar Butar, serta Camat Ketapang, Sri Mahendra Kesuma Dewi.
Turut serta pula anggota DPRD Lampung Selatan yakni Widodo (Fraksi PAN), Fitri Purwanti (Fraksi Demokrat), dan Sutaji Abdullah (Fraksi PKB), sebagai bentuk dukungan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai harapan.
Anggota DPRD, Fitri Purwanti, menegaskan pentingnya pemantauan rutin terhadap proyek tersebut. Ia menyoroti dua titik prioritas pembangunan, yakni di Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi.
“Pastikan kawasan ini nanti ramai dan berdaya guna. Infrastruktur harus jadi fokus utama, dan koordinasi dengan pemerintah desa sangat penting. Kami ingin tahu sejauh mana progres dan kendalanya di lapangan,” ujar Fitri.
Sementara itu, Kepala Proyek KNMP, Candra, melaporkan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal kontrak. Saat ini, terdapat 11 bangunan yang tengah dikerjakan, dengan sebagian struktur kolong dan dinding sudah tampak berdiri.
“Kami ditargetkan selesai pertengahan Desember. Secara teknis tidak ada kendala berarti, hanya faktor cuaca yang kadang menghambat. Meski begitu, pekerjaan tetap kami kebut siang dan malam,” jelasnya.
Di sisi lain, Widodo, anggota Komisi II DPRD Lampung Selatan, berharap proyek KNMP menjadi model pengembangan ekonomi pesisir di daerah tersebut.
“Kami ingin Desa Ketapang menjadi barometer bagi desa-desa lain. Dengan potensi alam yang besar, Koperasi Nelayan Merah Putih harus mampu mengangkat ekonomi masyarakat pesisir,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan, Joner Butar Butar, mengajak semua pihak mendukung percepatan proyek agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Melalui peninjauan seperti ini, kita bisa bersama-sama mendorong percepatan dan memberi semangat bagi para pelaksana,” ujarnya.
Peninjauan lapangan tersebut ditutup dengan optimisme bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan selesai tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan kawasan pesisir di Lampung Selatan.(*)
Lampung Selatan
Pemkab Lampung Selatan Gandeng DAMRI, Rute Kalianda-Jakarta Kembali Dibuka
Alteripost Kalianda – Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.
Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.
Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.
Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.
Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.
Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.
Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.
Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.
Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).
Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.
“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).
Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.
Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.
“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.
Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.(*)

