Ruwajurai
Dukung Mudik Ramah Lingkungan, PLN UID Lampung Siagakan SPKLU 24 Jam
Alteripost Bandar Lampung – Seiring meningkatnya arus mobilitas masyarakat pada perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung memastikan kesiapan penuh infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh wilayah Lampung. Selama periode Siaga Nataru 18–24 Desember 2025, layanan _Electric Vehicle (EV) Charging_ PLN hadir tanpa henti, menopang perjalanan pemudik kendaraan listrik yang kian masif.
PLN UID Lampung telah menyiagakan 64 unit EV Charger yang tersebar di 39 lokasi strategis. Dari jumlah tersebut, 32 EV Charger berada di 17 lokasi SPKLU Tol, sementara 32 _EV Charger_ lainnya tersebar di 22 lokasi SPKLU Non Tol, mencakup rest area, pusat kota, pusat perbelanjaan, hingga kantor pelayanan PLN. Sebaran ini dirancang untuk memastikan kemudahan akses pengisian daya, baik bagi pengguna yang melintas jalur tol Trans Sumatera maupun masyarakat perkotaan.
Hingga hari ke-7 masa siaga, pemanfaatan SPKLU menunjukkan lonjakan tajam. Selama periode siaga hingga 24 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, tercatat sebanyak 701 kali transaksi dengan konsumsi energi sebesar 15.611,3 kWh dan nilai transaksi mencapai Rp41,85 juta. Seluruh SPKLU di Lampung terpantau beroperasi aman dan terkendali, tanpa terjadi antrean lebih dari satu kendaraan, baik di ruas tol maupun non-tol.
General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus menjaga kenyamanan pelanggan selama periode libur panjang. “PLN memastikan seluruh SPKLU di Lampung siap melayani masyarakat selama Nataru. Lonjakan transaksi yang signifikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik dan kesiapan infrastruktur yang PLN siapkan secara menyeluruh,” ujar Rizky.
Di jalur tol, sejumlah SPKLU rest area menjadi titik favorit pemudik kendaraan listrik, di antaranya Rest Area KM 234 A dan KM 49 A. Sementara pada jalur non-tol, aktivitas tertinggi tercatat di SPKLU PLN UP3 Tanjung Karang, disusul SPKLU Els Coffee Roastery Lampung dan SPKLU PLN UID Lampung, yang menjadi magnet bagi pengguna kendaraan listrik di pusat aktivitas masyarakat.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Lampung, Heru Purwoko, menyampaikan bahwa keandalan layanan menjadi fokus utama selama masa siaga. “Selama periode Nataru, seluruh SPKLU di Lampung beroperasi tanpa kendala. Tidak terdapat antrean kendaraan, baik di SPKLU tol maupun non-tol. Ini menunjukkan kesiapan peralatan, sistem kelistrikan, serta kesigapan petugas PLN di lapangan,” jelas Heru.
Secara kumulatif hingga hari ketujuh Siaga Nataru 2025/2026, PLN UID Lampung mencatat kenaikan jumlah transaksi sebesar 539 persen dan kenaikan konsumsi energi sebesar 656 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025. Lonjakan ini menandai pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat menuju penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan sebaran SPKLU yang merata, infrastruktur yang andal, serta layanan 24 jam, PLN UID Lampung terus berkomitmen menghadirkan pengalaman berkendara listrik yang aman dan nyaman. Di setiap titik perjalanan Nataru, PLN hadir memastikan energi tetap menyala dan perjalanan masyarakat berlangsung lancar hingga kota tujuan.
Bandar Lampung
Eva Dwiana Hadiri Konferensi Pers Rakernas APEKSI XVIII, Soroti Mitigasi Banjir Perkotaan
Alteripost Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Sumatera Utara. Setibanya di Medan, Eva Dwiana langsung mengikuti konferensi pers bersama Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Wali Kota Solo, dan Wali Kota Ternate di Ruang Rapat Pemerintah Kota Medan, Selasa (30/6/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026 diikuti oleh 96 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diproyeksikan mampu mendorong perputaran ekonomi Kota Medan hingga sekitar Rp17 miliar melalui sektor penyelenggaraan acara, perhotelan, UMKM, kuliner, dan transportasi.
Rakernas APEKSI XVIII menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi, berbagi pengalaman, serta bertukar inovasi dalam pembangunan daerah. Sejumlah agenda turut digelar, di antaranya Indonesia City Expo, forum tematik, Dialog Kota Tangguh, Karnaval Nusantara, hingga bazar UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Karnaval Nusantara yang diikuti puluhan delegasi dari berbagai kota di Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, dan tradisi daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Rakernas APEKSI XVIII merupakan wujud komitmen untuk memperkuat kerja sama antardaerah, termasuk membahas strategi mitigasi banjir di kawasan perkotaan.
“Melalui Rakernas APEKSI XVIII ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Eva Dwiana.
Selain itu, Eva menyebut pembahasan mengenai penanganan banjir di wilayah perkotaan menjadi salah satu fokus penting, mengingat persoalan tersebut menjadi tantangan bersama yang dihadapi banyak kota di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarkepala daerah, diharapkan lahir solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi pembangunan perkotaan.(*)

