DPRD
Budhi Condrowati Bantu Korban Puting Beliung
Alteripost.co, Tubaba-
Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Budhi Condrowati, SE meminta jajaran Pemerintah Tiyuh, Camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulangbawang Barat bersama Dinas terkait untuk segera mendata kebutuhan konkrit pasca bencana angin puting beliung di Tiyuh Panaragan Jaya Utama Kecamatan Tulangbawang Tengah pada Sabtu sore (02/04/2022) kemarin.
Hal itu dikatakan Condrowati saat dirinya melakukan kunjungan di lokasi bencana angin puting beliung yang memporak porandakan puluhan rumah warga, Minggu (03/04/2022).
Adanya laporan musibah angin puting beliung, Budhi Condrowati juga langsung berkoordinasi dengan DPD PDIP Provinsi Lampung agar dapat membantu untuk korban bencana alam tersebut.
Budhi Condrowati yang di dampingi Kepala Tiyuh Panaragan Jaya Utama Supriyanto,SH dan kepala Tiyuh Panaragan Fajar mengatakan, bahwa sore dirinya mendengar adanya bencana alam angin puting beliung di Tiyuh Panaragan Jaya Utama dan hari ini Minggu (03/04/2022) dirinya langsung terjun ke lokasi.
”Kebetulan di dampingi oleh pak Kepala Supriyanto dan pak Fajar, dan ini akan langsung saya laporkan ke Ketua DPD PDIPerjuangan Provinsi Lampung, karena saya di utus langsung oleh pak Sudin selaku Ketua DPD PDIPerjuangan Provinsi Lampung,”ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Tiyuh Panaragan Jaya Utama Supriyanto mengucapkan terimakasih kepada Ibu Condrowati yang sudah menyempatkan diri berkunjung ke lokasi bencana.
”Kami dari pemerintah Tiyuh berterima kasih banyak karena Ibu Condrowati sudah bisa hadir di tengah-tengah warga kami yang mengalami musibah,”ungkap Supri.
Untuk diketahui, dari data terakhir kerusakan rumah yang di alami oleh warga Tiyuh Panaragan Jaya Utama, baik kerusakan Parah, sedang dan ringan lebih dari 200 rumah.
Selain dari DPD PDIP Provinsi Lampung yang di wakili oleh anggota DPRD Budhi Condrowati dengan memberikan bantuan sembako, tampak juga dari BPBD Kabupaten Tulangbawang Barat dengan memberikan bantuan sandang pangan, dari Dinas Sosial Tubaba juga telah hadir di lokasi kejadian. (*)
DPRD
DPRD Lampung Minta Penggunaan Jebakan Tikus Berlistrik Dihentikan Setelah Makan Korban Jiwa
Alteeipost Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.
Korban diketahui bernama Enok (63) dan anaknya, Darmi (35). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).
Mikdar Ilyas menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan manusia.
“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mikdar, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, meskipun pemilik sawah mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.
“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” tegasnya.
Mikdar menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus. Bantuan tersebut dapat diakses melalui Dinas Pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.
Ia mendorong para petani, terutama yang membutuhkan dan kurang mampu, agar memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak lagi menggunakan metode yang membahayakan keselamatan.
“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.
Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi persoalan yang dikeluhkan petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Lampung.
“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.
Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat program pengendalian hama tikus sehingga mampu mencegah gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

