DPRD
Wacana Pembangunan Masjid Megah, Ini Kata Dewan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Lampung menepis rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, soal Ruang Terbuka Hijau (RTH) Elephant Park yang bakal di gantikan bangunan Masjid Mewah di Tengah Kota Bandarlampung.
Anggota DPRD Provinsi Lampung Angga Satria Pratama mengatakan, bahwa rencana pembangunan Masjid mewah di tengah kota Bandarlampung itu wacana sejak lama , namun rencana tersebut bukan di RTH melainkan di GOR saburai.
“Setahu saya rencana pembangunan Masjid itu rencana sudah lama, yang mau dibangun itu gor bakal diganti dengan bangunan Masjid , jadi kalau taman gajah nya tetap menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk hiburan warga, ” kata Angga saat diwawancara media. Rabu (05/01/2022)
Angga menjelaskan, jika progres pembangunan Masjid ini sejak lama, bahkan ada pengusaha besar asal jakarta pada waktu itu mau memberikan bantuan pembangunan itu.
“Jadi saya pikir itu tidak ada rencana mau dibongkar jadi Masjid, karena dulu itu juga ada rencana juga pengusaha besar asal jakarta mau menyumbang untuk pembangunan itu, namun progres nya tidak berjalan sampai beberapa tahun ini, “jelasnya
Politisi Partai Demokrat ini menambahkan , jika pembongkaran aset tersebut, menurutnya perlu waktu lima tahun sekali .
“Untuk dibongkar saya pikir tidak, karena perubahan aset itu minimal 5 tahun baru bisa dibongkar, ” ucapnya
Selain itu, sambung anggota komisi II DPRD Provinsi Lampung ini mengungkapkan, bahwa masyarakat saat ini perlu adanya ruang hijau di tengah kota Bandarlampung, sebagai taman hiburan.
“Untuk saat ini, kepentingan nya adalah untuk RTH, kalau aset provinsi itu kan sebenarnya AL -Furqoun tapi pengelolaan nya di pemerintah kota Bandarlampung, ” pungkasnya. (*)
DPRD
Mukhlis Basri Sarankan Pemangku Kebijakan Kembali Duduk Bersama Tangani Banjir di Bandarlampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Hujan deras dengan intensitas tinggi disertai petir yang mengguyur Kota Bandarlampung beberapa waktu lalu, mengakibatkan banjir luapan di sejumlah titik permukiman warga.
Fenomena tersebut selalu berulang dan tentunya jika belum ditangani secara serius maka akan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Lampung Mukhlis Basri menyarankan para pemangku kebijakan untuk kembali duduk bersama untuk mencari solusi dan dapat segera mengeksekusi hasil dalam mengatasi persoalan banjir yang terus berulang.
“Tentunya harus meninggalkan ego masing-masing, Kepala Daerah baik di tingkat Provinsi dan Kota harus kembali duduk bersama untuk mengatasi persoalan banjir ini,” kata Udo Mukhlis sapaan akrabnya, Kamis (16/04/2026).
Mukhlis mengatakan, solusi yang paling ideal saat ini adalah memperbanyak titik-titik serapan air. Seperti membangun embung besar sebagai upaya menampung debit air hujan yang turun dengan intensitas tinggi.
“Tentunya ini bisa jadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan untuk segera merencanakan pembangunan daerah serapan air. Walaupun memang harus ada pertimbangan seperti di anggaran dan lokasi yang akan dibangun. Nah di sini pentingnya para kepala daerah duduk bersama untuk mencari titik terangnya,” ujar Mukhlis.
Mukhlis juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat hujan turun. Ia juga menyarankan kepada masyarakat supaya jangan membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
“Tetap waspada dan berhati-hati saat hujan deras turun, serta jangan membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya. (Gus)

