Lampung
Berkah Ramadhan, Ketua IIPG Lampung Berbagi Nasi Kotak Untuk Masyarakat
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bertujuan untuk mencari berkah di bulan Ramadhan, Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal berbagi 100 nasi kotak sebagai menu berbuka puasa kepada masyarakat Bandarlampung di sekitar Gedung Golkar, Pahoman, Jumat (08/04/2022)
Pembagian nasi kotak tersebut merupakan bagian dari Program Siger (Saatnya Ikut Bergerak Untuk Rakyat yang Membutuhkan) yang digagas olehnya.
Menurut Riana Sari Arinal, Program Siger adalah salah satu bentuk kepedulian IIPG terhadap masyarakat Lampung yang digelar setiap Jumat di Provinsi Lampung.
Pada kegiatan tersebut, selain nasi kotak gratis yang dibagikan kepada warga disekitar Pahoman, IIPG juga membagikan Pamflet do’a berbuka puasa dan jadwal berbuka / imsakiyah.
Riana Sari Arinal mengimbau kepada ibu-ibu Ikatan Istri Partai Golkar untuk berbagi di setiap jumat berkah, “Kita berbagi semampunya, entah 50, 100 atau 150, semampunya ibu-ibu dalam berbagi ditiap daerah masing-masing,” ungkapnya
Kegiatan Siger ini diharapkan akan terus berlanjut setiap Jumat sebagai upaya membantu meringankan beban masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Kegiatan SIGER ini juga turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Provinsi Lampung Ririn Kuswantari dari Fraksi Partai Golkar, serta melibatkan ibu-ibu dari Ikatan Istri Partai Golkar. (Rls)
Lampung
Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Sumbagsel dalam Peta Pembangunan Nasional
Alteripost Palembang – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumbagsel.
Usai kegiatan, Mirza mengapresiasi terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan perantau dari lima provinsi di kawasan tersebut. Ia menilai, banyak tokoh asal Sumbagsel kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional.
“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di kawasan Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibanding wilayah lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.
“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” katanya.
Ia mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat kemajuan kawasan.
Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dorongan untuk membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi.
“Kita memerlukan kesolidan untuk memanfaatkan akses kuat terhadap kebijakan nasional. Dalam kurun 2027–2029, ada peluang percepatan program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah di Sumbagsel. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.
Momentum ini dinilai menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan untuk menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(*)

