Lampung
Bak Petir di Siang Bolong, Usai Disemprot Pansus LKPj, Kadis PMDT Diisukan Jadi Pj
Alteripost.co, Bandarlampung-
Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) DPRD Provinsi Lampung kembali menggelar rapat pendapat dengan beberapa OPD terkait.
Dalam rapat yang tengah berlangsung, Rabu (18/04) Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Zaidirina beserta rombongan dikritik Ketua Pansus LKPj Noverisman Subing, tentang sedikit sekali ruang informasi di Dinas PMDT.
Ketua Pansus LKPj pun Nover menyebut, Dinas PMDT dengan istilah pelit informasi terhadap kegiatan yang telah dan sedang berjalan di Dinas tersebut.
“Tentang bagaimana perkembangan, pembangunan, serta kegiatan yang telah dan sedang berjalan di Dinas PMDT. Saya dapat informasi dari rekan-rekan media bahwa keran informasi di Dinas PMDT sangat tertutup,” celetuk Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung tersebut.
Bak Petir di Siang Bolong, kira-kira seperti itu lah perumpamaan yang tepat menggambarkan dinamika sosok yang bakal menjadi Pj Bupati, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Usai disemprot Pansus LKPj, dalam rapat yang tengah berlangsung tersebut, Kadis PMDT Zaidirina diisukan bakal menjadi Pj Bupati Tubaba, menggantikan nama beken yang telah berkembang yakni Budi Darmawan.
Tentunya terkait dinamika yang ada, Gubernur Lampung disarankan perlu kembali melakukan evaluasi kepada Sosok-sosok yang diisukan bakal menjadi Pj Bupati.
Gubernur harus menunjuk sosok yang tepat dalam memimpin suatu daerah. Mengingat Pj Bupati adalah posisi yang sangat strategis, sehingga dalam proses penunjukkannya mesti dilakukan pertimbangan yang matang. (Gus)
Lampung
Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Sumbagsel dalam Peta Pembangunan Nasional
Alteripost Palembang – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumbagsel.
Usai kegiatan, Mirza mengapresiasi terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan perantau dari lima provinsi di kawasan tersebut. Ia menilai, banyak tokoh asal Sumbagsel kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional.
“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di kawasan Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibanding wilayah lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.
“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” katanya.
Ia mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat kemajuan kawasan.
Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dorongan untuk membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi.
“Kita memerlukan kesolidan untuk memanfaatkan akses kuat terhadap kebijakan nasional. Dalam kurun 2027–2029, ada peluang percepatan program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah di Sumbagsel. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.
Momentum ini dinilai menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan untuk menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(*)

