Ekonomi dan Bisnis
Telah Kantongi Kontrak 1,4 Triliun, Laba RUIS Bakal Meningkat di Tahun 2022?
Alteripost.co, Jakarta-PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) terus berupaya mendapatkan Kontrak-kontrak dengan nilai fantastis. Manajemen RUIS menyebut, saat ini perusahaan telah mengantongi perolehan kontrak anyar sekitar Rp 1,4 triliun di sepanjang Januari-Juni 2022 lalu.
Direktur Utama (Dirut) RUIS Sofwan Farisyi menerangkan, pekerjaan proyek yang didapat dalam perolehan kontrak anyar terutama terdiri atas pekerjaan untuk segmen bisnis jasa inspeksi, jasa pemeliharaan dan pendukung operasi lainnya serta jasa konstruksi.
“Untuk pemberi kerjanya sendiri sebagian besar adalah klien-klien utama Perusahaan saat ini selain mulai bermunculannya klien-klien baru di sektor energi dan juga beberapa klien swasta nasional lainnya sebagai hasil diversifikasi portofolio klien yang dilakukan Perusahaan,” kata Sofwan, seperti dilansir dari Kontan.co.id, Kamis (4/8/2022).
Tahun 2022 ini, RUIS mengincar target perolehan kontrak kisaran Rp 1,5 triliun – Rp 1,6 triliun atau naik sekitar 30% dibanding 2021. Sementara untuk omset, RUIS memperkirakan bisa membukukan pendapatan sekitar Rp 1,6 triliun – Rp 1,7 triliun.
Sementara itu, Direktur Keuangan RUIS, Soeharto Nurcahyono memproyeksi, perolehan kontrak perusahaan di semester 2 berpotensi melambat pertumbuhannya. Hal ini lantaran tender-tender besar yang ditargetkan Perusahaan telah dimenangkan pada Semester 1.
Namun, Soeharto optimistis bahwa pendapatan perusahaan di paruh kedua ini bisa lebih baik dibanding paruh pertama. Hal ini dikarenakan adanya penambahan dari tender-tender yang dimenangkan terutama sekali di kuartal kedua 2022.
“Sementara untuk laba akan sangat tergantung dari kinerja dan monitoring proyek-proyek yang sedang berjalan serta biaya operasional dan finansial terkait,” imbuh Soeharto.
Sofwan berujar, RUIS akan membidik beberapa tender yang telah ditargetkan untuk diperoleh di Semester 2 sambil melihat kemungkinan untuk menambah beberapa portofolio untuk diversifikasi pekerjaan maupun target klien. Sofwan tidak merinci, tender proyek apa saja yang tengah RUIS incar saat ini.
Sepanjang Januari-Juni 2022 lalu, RUIS telah membukukan pendapatan sebesar Rp 824,72 miliar, naik 8,85 persen dibanding realisasi pendapatan RUIS pada Januari-Juni 2021 yang sebesar Rp 757,60 miliar.
Perlu diketahui, laba periode berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih RUIS meningkat 42,82 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 11 miliar pada Januari-Juni 2021 menjadi Rp 15,72 miliar pada Januari-Juni 2022. (*)
Ekonomi dan Bisnis
HLN ke-81, PLN Lampung Berdayakan Perempuan Disabilitas Melalui Wirausaha
Alteripost Bandar Lampung –Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Srikandi PLN UID Lampung berkolaborasi dengan PLN Peduli menggelar program Women Support Women bertajuk “Berdaya Tanpa Batas”, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan tersebut diikuti 20 perempuan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, mendorong kemandirian ekonomi, serta membuka kesempatan usaha yang inklusif bagi perempuan penyandang disabilitas.
Dalam pelatihan yang bekerja sama dengan Rumah Mama Pintar tersebut, para peserta dibekali keterampilan membuat siomay dan dimsum. Mereka mendapatkan pengetahuan praktis mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses pembuatan produk kuliner yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan peluang usaha produktif, meningkatkan pendapatan, dan membantu memperkuat perekonomian keluarga.
Manager Distribusi PLN UID Lampung, Moh. Sadli, mengatakan program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” merupakan bentuk kontribusi PLN dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“PLN meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka ruang bagi perempuan penyandang disabilitas untuk mengasah keterampilan, meningkatkan nilai tambah produk, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pasar,” ujar Sadli.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, S.E., M.H., mengapresiasi kolaborasi PLN dan berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan bagi perempuan penyandang disabilitas.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Srikandi PLN UID Lampung bersama PKDL atas terselenggaranya pelatihan kewirausahaan bagi perempuan penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk membantu penyandang disabilitas mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kemandirian ekonomi,” kata Rudy.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya, berwirausaha, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.
Program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kelima, yakni kesetaraan gender. Tujuan tersebut mendorong pemberdayaan perempuan serta perluasan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan.
PLN UID Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program ini, PLN berharap para perempuan penyandang disabilitas dapat mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha nyata, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menginspirasi perempuan lainnya untuk terus berkarya dan mandiri.(*)

