Connect with us

Ruwajurai

Srikandi PLN UID Lampung Bekali Perempuan Disabilitas Keterampilan Pemasaran Digital

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Srikandi PLN UID Lampung berkolaborasi dengan PLN Peduli menghadirkan program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan penyandang disabilitas.

Program ini diikuti 20 perempuan yang tergabung dalam Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL). Para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan kewirausahaan sebagai upaya mengembangkan potensi diri sekaligus membuka peluang usaha produktif.

Sebelumnya, peserta telah mengikuti pelatihan pembuatan produk kuliner, khususnya siomay dan dimsum. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan materi pengemasan produk (product packaging), pemasaran digital (digital marketing), serta pembuatan konten promosi (content creation) yang dipandu instruktur dari Rumah BUMN Bandar Lampung.

Tak hanya memberikan pelatihan keterampilan, Srikandi PLN UID Lampung bersama Rumah BUMN Bandar Lampung juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi komunitas. Fasilitasi ini diharapkan dapat mendukung legalitas usaha serta mempersiapkan pengembangan bisnis yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ketua Srikandi PLN UID Lampung, Dewi Rahmi Putri, mengatakan program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” merupakan wujud komitmen PLN dalam memperluas kesempatan bagi perempuan penyandang disabilitas untuk belajar, berkarya, dan mencapai kemandirian ekonomi.

Melalui program tersebut, PLN berharap peserta mampu meningkatkan keterampilan mengolah produk kuliner, memperbaiki kualitas kemasan, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Setiap perempuan memiliki potensi untuk tumbuh dan berkarya, termasuk perempuan penyandang disabilitas. Kami berharap pembekalan ini dapat membuka peluang usaha, meningkatkan kemandirian, dan membantu peserta mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ujar Dewi.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Harian PKDL, Yunita Viriya. Ia mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungan dan kerja sama dalam mendorong pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas di Bandar Lampung.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Srikandi PLN UID Lampung atas dukungan dan kerja samanya bersama PKDL. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan dan tidak berhenti sampai di sini, sehingga semakin banyak perempuan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk berkembang, mandiri, dan berdaya,” ungkap Yunita.

Program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan keterampilan serta pembukaan peluang usaha produktif.

Program ini juga mendukung SDG 10 tentang Pengurangan Ketimpangan dengan mendorong akses dan kesempatan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi.

Melalui program tersebut, PLN UID Lampung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemberdayaan yang inklusif, sekaligus mendorong perempuan penyandang disabilitas agar semakin mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading