Lampung
Rudy dan Tahang Siap Tarung Memperebutkan Kursi Ketua DPC Hiswanamigas Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Provinsi Lampung akan menggelar pemilihan Ketua Umum periode tahun 2020-2024 melalui Musyawarah Cabang (Muscab).
Dua kandidat yaitu Rudy Hartanto dan Hi. Tahang siap bersaing secara sehat dalam pelaksanaan pemilihan nanti.
Dalam kesempatan, saat ditemui dikantor Hiswanamigas Rudy Hartanto menyampaikan keinginannya Memimpin DPC Hiswanamigas Lampung Masa Bakhti 2020-2024, adapun Rudy menyampaikan Visi dan Misi dalam pencalonannya.
Adapun Visi Misinya ialah Profesional, menjadikan anggota yang melakukan pekerjaannya dengan etika dan sesuai standar teknis.
“Mandiri, membantu anggota agar dapat menjaga kesinambungan usahanya dengan kerja sama dengan pihak-pihak yang kompeten baik dalam hal permodalan, peralatan, teknologi, manajemen, sumber daya mineral,” ungkapnya, Jumat (26/8/2022).
Kemudian, Patriotik yang membangun rasa cinta tanah air dengan menanamkan ketaatan dalam membayar pajak, orientasi pengembangan usaha didalam negeri untuk membuka lapangan kerja, dan mambantu penyaluran BBM dan LPG hingga ke daerah terpencil.
Sementara misinya ialah membangun kembali koperasi Hiswanamigas untuk memudahkan anggota dalam memenuhi kebutuhan usahanya baik di BBM dan LPG, misalnya seragam operator, sparepart SPBU, APAR, safety shoes, dan lain lain.
“Membantu dan melindungi usaha anggota hiswana migas dalam kompetisi bisnis yang sesuai aturan dan sehat dan mengedepankan etika dalam berbisnis,” jelasnya.
Selanjutnya, menjalin dan menjaga hubungan yang baik dengan pihak Pertamina dan dengan semua instansi terkait dengan kelangsungan usaha anggota hiswana migas.
Sementara itu, kandidat lainnya yaitu Hi. Tahang juga menyampaikan visi dan misinya. Dirinya yang merupakan Sekretaris DPC Hiswana Migas yang juga ikut dalam perhelatan Muscab DPC Hiswana Migas Lampung menyampaikan akan menjadikan DPC Hiswanamigas Lampung, menjadi organisasi yang bermanfaat bagi anggota, serta menjadi mitra pertamina yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Adapun Misinya ialah menempatkan pengurus yang mempunyai kriteria, mau bekerja dan mempunyai kemampuan di bidang tugasnya, Mengayomi dan mengakomodasi kepentingan anggota, Tidak mementingkan diri sendiri atau kelompoknya dan mampu menghidupkan organisasi bukan cari hidup di organisasi,” tuturnya.
Selanjutnya, menerapkan manajemen yang bersih dan transparan, baik dibidang keuangan maupun dalam pelaksanaan kegiatan. Lalu, membuat program kerja rasional yang mampu mengantisipasi dinamika tantangan usaha.
“Menjalin kerja sama yang baik khususnya dengan PT. Pertamina (persero) serta pihak- pihak terkait, guna memberikan nilai tambah bagi pengembangan usaha anggota, yang bermuara pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Subhan Efendi selaku ketua SC menambahkan, akan mendorong dan menyiapkan musyawarah DPC Hiswana Migas ke IX 2022 ini dengan sebaliknya dan demokratis.
Subhan Efendi juga menyampaikan pada muscab tersebut akan memperebutkan 380 suara yang terdiri dari berbagai unit usaha antara lain SPBU, LPG, SPBE, Transportir, Agen Pelumas, dan Ritester.
Perlu diketahui, adapun Musprov akan dilaksanakan pada Selasa, 30 Agustus 2022 di Hotel Emersia, kegiatan itu pun akan dihadiri oleh Ketua DPD Hiswana Migas Bayumi, dan direncanakan akan dibuka oleh More II General Manager PT. Pertamina Patra Niaga, Aji Anom. (rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

