Lampung
Dukung Kejuaraan Gubernur Cup U-23 Softball, Arinal: Ajang Mencetak Bibit Atlet
Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut baik Kejuaraan Softball Antarclub Gubernur Cup U-23 Tahun 2022 sebagai ajang pembinaan serta mencari bibit atlet menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2023.
Hal itu disampaikan Arinal saat menghadiri Kejuaraan Softball Antar Club Gubernur Cup U-23 Tahun 2022 di Lapangan Emas PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (25/9/2022).
Kejuaraan ini berlangsung tanggal 25 September – 2 Oktober 2022.
“Saya sangat mendukung kejuaraan ini dalam melakukan pembinaan, serta mencari bibit atlet untuk menghadapi Pra PON 2023 dan PON 2024,” ujar Arinal.
Arinal mengatakan, olahraga softball dan baseball semakin berkembang di Indonesia terutama di Provinsi Lampung.
Arinal pun turut bangga pada PON XX Papua di tahun 2021 lalu, Lampung berhasil meraih emas untuk tim softball dan medali perak untuk tim baseball.
“Inilah bukti komitmen kami, untuk mengembalikan kejayaan Lampung dalam dunia olahraga,” katanya.

Arinal menyebutkan Provinsi Lampung terus melakukan perbaikan fasilitas olahraga, peningkatan kualitas pembinaan atlet dan pemberian insentif bagi atlet berprestasi.
“Serta dengan memperbaiki tata kelola organisasi olahraga melalui penempatan personal yang kompeten,” katanya.
Melalui langkah tersebut, Arinal berharap ke depan, prestasi olahraga di Lampung khususnya cabor Softball dan Baseball semakin Berjaya.
“Melalui kejuaraan ini, diharapkan memotivasi serta menempatkan cabang olahraga softball termasuk juga baseball semakin diminati oleh seluruh kalangan masyarakat, sehingga pada gilirannya mampu melahirkan atlet-atlet yang handal dan mampu mendulang prestasi pada setiap event kejuaraan,” katanya.
Perlu diketahui, pada kesempatan itu turut hadir Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Syaiful Darmawan, Ketua Pengprov Perserikatan Baseball Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Lampung Wiriawan Sada Melindra dan Ketua Dewan Pembinan Perbasasi Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Hadir pula Sekretaris Dewan Pembinan Perbasasi Lampung Marindo Kurniawan dan Plt. Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Lampung Descatama Paksi Moeda.
Sementara itu, Ketua Pengprov Perbasasi Lampung Wiriawan Sada Melindra mengatakan Kejuaraan Softball Antar Club Gubernur Cup ini sebagai ajang seleksi untuk mencari dan mempersiapkan pemain tim Lampung untuk mengikuti Pra PON 2023 mendatang.
“Semoga dari hasil Gubernur CUP ini kita dapat meraih bibit regenerasi atlet muda softball Lampung untuk dapat memperkuat tim Lampung di PON 2024 mendatang,” ujar Wiriawan. (Rls)
Lampung
Pemprov Lampung Sabet Penghargaan atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Alteripost.co, Jakarta-
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas penguatan pendidikan antikorupsi melalui implementasi Pendidikan Antikorupsi (PAK) pada muatan lokal.
Penghargaan tersebut diterima Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 bertajuk “Membangun Pendidikan Antikorupsi, Mewujudkan Indonesia Berintegritas” di Gedung Juang, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi KPK terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengimplementasikan Pendidikan Antikorupsi sebagai bagian dari pembelajaran di satuan pendidikan.
Di Provinsi Lampung, Pendidikan Antikorupsi telah diterapkan sebagai bagian dari muatan lokal pada jenjang pendidikan menengah melalui Peraturan Gubernur. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan integritas peserta didik di lingkungan sekolah.

Penguatan Pendidikan Antikorupsi di Lampung tidak hanya diarahkan pada pemahaman peserta didik mengenai korupsi. Tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kepedulian dan keberanian.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pendidikan antikorupsi perlu dimulai dari ruang kelas. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu membedakan hal yang baik dan buruk serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Setyo, penguatan pendidikan antikorupsi merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah. Karena itu, pendidikan antikorupsi perlu dibangun sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dan tidak berjalan secara sektoral.
Dalam kesempatan tersebut, Setyo secara khusus mengapresiasi langkah Provinsi Lampung yang menerapkan pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal.
“Seperti Gubernur Lampung, ya, ada muatan lokal, kurikulum muatan lokal untuk SMA dan SMK yang sudah diinstruksikan supaya diajarkan,” kata Setyo.
Menurut Setyo, penerapan Pendidikan Antikorupsi sebagai muatan lokal di Lampung dapat menjadi langkah awal sekaligus contoh yang dapat dikembangkan oleh daerah lain dalam memperkuat pendidikan antikorupsi.
“Meskipun ini sifatnya muatan lokal, tapi setidaknya itu bisa dijadikan sebagai pilot project. Sebagai awal untuk melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Setyo berharap praktik baik yang telah dilakukan Provinsi Lampung dapat ditularkan kepada daerah lainnya. Menurutnya, daerah yang telah memiliki praktik baik dalam penguatan integritas pendidikan dapat menjadi contoh bagi kepala daerah lainnya untuk bersama-sama meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
“Harapannya ini menyebar ke semuanya. Kepala daerah, gubernur, semuanya ikut dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah yang lain yang sudah bagus,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai kebiasaan atau gaya hidup, sehingga nilai-nilai integritas dapat tumbuh sejak peserta didik berada di lingkungan pendidikan.
Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya KPK memetakan kondisi integritas pendidikan di Indonesia melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.
SPI Pendidikan mencakup aspek karakter peserta didik, ekosistem pendidikan serta tata kelola pendidikan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi KPK dalam menyusun rekomendasi penguatan pendidikan karakter dan budaya antikorupsi.
SPI Pendidikan telah dilaksanakan sejak 2021. Pada tahap awal, Lampung menjadi salah satu dari tiga provinsi yang menjadi lokasi uji coba instrumen SPI Pendidikan bersama DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya Provinsi Lampung dalam memperkuat pendidikan antikorupsi melalui muatan lokal sekaligus mendorong tumbuhnya budaya integritas sejak lingkungan pendidikan. (Rls)

