Connect with us

Bandar Lampung

Gubernur Dan Walikota Hadiri Roadshow BUS KPK 2022 Dengan Tema ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Walikota Eva Dwiana menghadiri Acara Pembukaan Roadshow BUS KPK 2022, dengan tema ‘Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi’ bertempat di Halaman Parkir Mall Transmart Bandar Lampung, Jumat (23/09/2022).

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyambut baik dan menyampaikan apresiasi serta terimakasih atas inisiatif Tim KPK dalam Hal pelaksanaan program Roadshow BUS KPK 2022, dimana Provinsi Lampung merupakan Provinsi kedua yang berkolaborasi dalam pelaksanaan program kegiatan ini.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menyampaikan dukungannya atas terselenggaranya acara ini, dan mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya berupa menumbuhkan dan menjaga integritas dan peningkatan akhlak dilingkungan terkecil untuk melakukan pencegahan korupsi.

Berkaitan dengan hal pencegahan Korupsi dan Pendidikan peran serta Masyarakat dalam kampanye antikorupsi, Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen melakukan upaya melalui Implementasi Pendidikan Antikorupsi sejak dini untuk dilaksanakan kepada peserta didik (siswa) pada sektor pendidikan formal di Satuan pendidikan menengah yang diatur dalam Peraturan Gubernur Lampung nomor 35 tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan anti korupsi di Provinsi Lampung.

Tim KPK RI juga telah melakukan pendampingan kepada Pemerintah Daerah dengan kegiatan Monitoring Center for Prevention (MCP) yang mengimplementasikan 8 (delapan) area intervensi program pencegahan korupsi melalui rencana aksi terukur.

Capaian Progress MCP Pemerintah Provinsi Lampung di tahun 2021 senilai 91,79%. Selain MCP, Tim KPK RI juga berupaya melakukan tindakan pencegahan korupsi melalui pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI). Nilai SPI Provinsi Lampung di tahun 2021 sebesar 68,31%, dan diharapkan nilai SPI ini akan terus meningkat kedepannya.

Diakhir sambutannya Gubernur Lampung Arinal Djunaidi juga menyampaikan, bahwa Program yang diinisiasi oleh Tim KPK ini merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi dengan mengajak publik untuk turut serta secara bersama-sama dalam menyebarkan program pencegahan korupsi yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif masyarakat atau stakeholder seperti mempublikasikan program pencegahan korupsi. Menghadirkan KPK ditengah masyarakat serta kolaborasi dan sinergi pemangku kepentingan dalam membumikan budaya anti korupsi,” pungkasnya.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya akan terus menyosialisasikan guna  mencegah praktik korupsi sejak dini. Pemerintah kota (Pemkot) selalu mengikuti instruksi pusat menerapkan nilai-nilai antikorupsi melalui sekolah-sekolah dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi dan masyarakat.

“Pihaknya juga akan selalu mengandeng instansi vertikal, seperti Kejari dan BPK untuk mengawal terkait kebijakan dan kegiatan oleh Pemkot Bandar Lampung. Pemkot selalu berusaha agar bisa memenuhi harapan masyarakat dalam berbagai kegiatannya. Apalagi kami selalu berdampingan dengan kejari dan BPK untuk berkonsultasi setiap gerakan”. Tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana juga menyampaikan, bahwa KPK membutuhkan dukungan masyarakat dalam memberantas korupsi, KPK tidak mungkin memberantas korupsi sendiri, peran serta masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kompetensi masing – masing akan sangat dibutuhkan dalam kolaborasi dan kerjasama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hadir dalam Acara tersebut, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI Wawan Wardiana, Direktur Jejaring Pendidikan KPK RI Aida Ratna Zulaiha, Anggota Forkopimda Provinsi Lampung dan Anggota Forkopimda Kota Bandar Lampung, Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilingkungan Pemprov Lampung. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Bandar Lampung Usia 344 Tahun, Kolaborasi Pemkot dan Pemprov Ditekankan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Published

on

Grahapost Bandar Lampung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, selama 344 tahun perjalanan sejarahnya, Bandar Lampung telah berkembang menjadi gerbang Pulau Sumatra yang strategis sekaligus pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan kebudayaan di Provinsi Lampung.

Menurut Eva, capaian pembangunan yang dirasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat serta para pemangku kepentingan yang terus berkontribusi bagi kemajuan kota.

Pada HUT ke-344 tahun ini, Pemkot Bandar Lampung mengusung tema *“Dengan Semangat Bandar Lampung Bersinar, Kita Wujudkan Indonesia Emas.”* Tema tersebut mencerminkan tekad menjadikan Bandar Lampung sebagai kota yang berdaya saing, inovatif, nyaman, aman, dan sejahtera.

“Indonesia Emas bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” kata Eva.

Ia menegaskan, berbagai program pembangunan terus dilakukan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga transformasi digital pemerintahan.

Sementara itu, Gubernur Lampung memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Kota Bandar Lampung yang kini memasuki usia ke-344 tahun. Menurutnya, Bandar Lampung telah menjadi wajah kemajuan Provinsi Lampung sekaligus simbol perkembangan daerah di Pulau Sumatra.

“Kota Bandar Lampung menjadi wajah yang baik bagi Provinsi Lampung, simbol kemajuan dan rumah bagi seluruh warga,” ujarnya.

Gubernur berharap Bandar Lampung terus berkembang menjadi kota yang nyaman, aman, dan ramah bagi masyarakat maupun pendatang. Ia juga menilai Bandar Lampung sebagai salah satu kota paling maju di Sumatra yang membutuhkan pembangunan berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Serta memperluas lapangan pekerjaan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tandas. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading