Lampung
Diduga Minim Pengawasan, Proyek Seratusan Juta Milik DKP Provinsi Lampung Disorot
Alteripost.co, Lampung Timur-
Proyek fisik milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung yang pada kegiatannya adalah pembuatan kolam benih ikan di Desa Tamansari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, ditengarai tidak transparan.
Pasalnya, tidak ada plang/papan informasi di lokasi pekerjaan. Bahkan, warga dan pamong setempat pun juga mengaku tidak mengetahui asal pekerjaan tersebut.
Kuat dugaan ada kongkalikong antara Dinas terkait dengan rekanan selaku pelaksana pekerjaan pada proyek tak bertuan ini.
Proyek ini pun rawan penyimpangan dan diduga hasilnya tidak maksimal, lantaran minim pengawasan. Beberapa kali tim media melihat ke lokasi pekerjaan, tidak satupun pelaksana kegiatan dan pengawas berada di lokasi pekerjaan, Selasa (18/10/2022).
Dikarenakan di lokasi tak terpasangnya papan informasi, maka tidak diketahui secara pasti siapa pelaksana, asal kegiatan, serta berapa nilai anggaran pada kegiatan tersebut.
Adanya plang proyek guna membantu mengawasi pelaksanaan pada kegiatan tersebut agar hasilnya maksimal. Sehingga, kuat dugaan proses pengerjaan ini tidak transparan dan berpotensi terjadi penyimpangan.
Saat ditelusuri, kegiatan fisik tersebut merupakan Penunjukan Langsung (PL) milik DKP Provinsi Lampung. Dengan pagu anggaran 126.090.000.00 kode RUP 338783XX yang dimenangkan oleh CV BAIM.
Upaya konfirmasi ihwal proyek fisik pembangunan kolam benih ikan di Purbolinggo tersebut dilakukan. Kadis Kelautan dan Perikanan Liza Derni enggan berkomentar. Padahal awak media telah berupaya memberikan ruang sebelum berita diterbitkan. (Gus)
Lampung
Sekdaprov Marindo Ikuti Prosesi Peresmian 1.061 Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan mengikuti prosesi peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Sekdaprov Marindo mengikuti acara tersebut secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way Halim, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung bersama jajaran TNI melakukan inventarisasi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan salah satu aset tersebut berada di kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.
Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.
Marindo menyebutkan bahwa KDKMP di Lampung nantinya memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN hingga usaha pangan seperti beras dan jagung.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 41 titik KDKMP yang diresmikan di wilayah Lampung dan Bengkulu pada hari yang sama.
Ia merinci, hingga 16 Mei 2026, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi, terdiri dari 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.
“Kita terus mengejar target. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen,” ujarnya.
Khusus di Bandar Lampung, Kristomei menyebut target pembangunan mencapai 10 titik KDKMP.
Saat ini lima titik telah selesai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi delapan titik pada awal Juni mendatang.
Menurutnya, dukungan Pemprov Lampung sangat membantu percepatan pembangunan koperasi, terutama dalam penyediaan lahan.
“Di Bandar Lampung kami sempat terkendala lahan. Nah, untuk itu kami dibantu oleh Pemprov sehingga ada lahan-lahan milik Pemprov yang bisa dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” pungkasnya. (Rls)

