Connect with us

Lampung

Dinilai Paling Siap, Provinsi Lampung Dipercaya Jadi Tuan Rumah TTG Nusantara ke-XXIV

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Cirebon-
Provinsi Lampung didapuk menjadi tuan rumah pada Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nusantara ke-XXIV pada tahun 2023 mendatang.

Ditunjuknya Provinsi Lampung tersebut disampaikan pada Rakornis sebelum kegiatan seremoni penutupan Nusantara ke-XXIII tahun 2022 di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (21/10/2022).

Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi Desa PDT dan Transmigrasi pada Kemendes PDTT, Razali, mengatakan bahwa ditunjuknya Provinsi yang akan menjadi tuan rumah 2 tahun sebelum waktu pelaksanaan, supaya daerah yang ditunjuk memiliki persiapan-persiapan untuk melaksanakan kegiatan TTG Nusantara.

“Dari hasil yang telah disepakati untuk tahun 2023 Provinsi Lampung menjadi tuan rumah TTGN ke-XXIV,” kata Razali

Provinsi Lampung terpilih dari beberapa Provinsi yang mengajukan diri sebagai tuan rumah TTGN ke-XXIV pada tahun depan, seperti Provinsi Papua, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Jawa Timur

Setelah komunikasi baik melalui surat maupun secara langsung, Provinsi Lampung menjadi yang paling siap, sehingga pihaknya menentukan bahwa Provinsi Lampung menjadi tuan rumah TTGN ke-XXIV pada tahun 2023.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah Gelaran TTG Nusantara ke-XXV tahun 2024.

Sebelumnya Razali juga mempertanyakan kepada forum yang hadir, apakah sepakat dengan ditunjuknya dua Provinsi tersebut dan dijawab kompak setuju.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Lampung Zaidirina, menghaturkan terima kasih atas penunjukan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah TTGN ke-XXIV pada 2023.

Lanjut Pj Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) tersebut, Provinsi Lampung memang sangat berharap untuk menjadi tuan rumah TTG Nusantara ke-XXIV karena itu juga harapan dari Bapak Gubernur Arinal juga.

“Bapak Gubernur Arinal sangat peduli dengan TTG khususnya dibidang pertanian, peternakan, karena Provinsi Lampung selamat dari pandemi covid-19 karena sumbangan dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan,” ujarnya.

Ia berharap pada gelaran tersebut, nantinya banyak inovasi dan teknologi yang dihasilkan khususnya di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, mengingat bidang tersebut menjadi penyumbang perekonomian di Provinsi Lampung.

“Kami mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan TTGN yang ke-24, tentu kita berharap bisa lebih meriah dan sukses, seperti di Cirebon ini,” katanya.

Perlu diketahui, tahun ini Provinsi Lampung membawa pulang tiga penghargaan, untuk kategori tekhnologi tepat guna unggulan dimana Provinsi Lampung berhasil juara pertama yang diwakili Kabupaten Tubaba.

Untuk kategori TTG inovasi, Provinsi Lampung juga berhasil meraih juara ketiga yang juga diwakili oleh Kabupaten Tulang Bawang. Sementara untuk TTG kategori Posyantek (Pos Pelayanan Tekhnologi) yang diwakili oleh Lampung Tengah berhasil meraih juara kedua. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Melalui Kegiatan Seni Islam, Pemprov Lampung Berupaya Menciptakan Generasi Muda Kreatif dan Berkarakter

Published

on

Foto: Sekdaprov Marindo saat menghadiri kegiatan Seni Islam Dalam Rangka Pembentukan Generasi Berkarakter

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya untuk generasi muda yang berasal dari desa, melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran. Kedua program tersebut diarahkan untuk membangun generasi Lampung yang memiliki kekuatan ilmu sekaligus kekuatan iman.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, saat pembukaan Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (05/10/2026).

Mengusung tema ‘Melalui Musik Islami Kita Perkuat Syiar Islam, Lestarikan Budaya dan Bangun Generasi Lampung yang Berakhlak’, festival tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur mengatakan pembangunan masa depan Lampung membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pendidikan dan keterampilan, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Karena itu, Pemprov Lampung menghadirkan program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Quran sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda, khususnya yang berasal dari desa.

“Melalui Satu Desa Satu Sarjana, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan memiliki ilmu serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan,” ujar Gubernur.

Sementara melalui program Satu Desa Satu Hafiz Quran, Pemprov Lampung ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, akhlak yang baik, serta kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Kita ingin membangun dua kekuatan sekaligus, kekuatan ilmu dan kekuatan iman,” katanya.

Menurut Gubernur, pendidikan tinggi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai agama. Dengan demikian, generasi muda Lampung diharapkan mampu berkembang secara akademik dan profesional tanpa kehilangan akar nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.

“Kita ingin anak-anak Lampung memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi tetap memiliki akhlak yang kuat, mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan,” lanjutnya.

Lebih dari itu, pembangunan SDM melalui kedua program tersebut diarahkan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh generasi muda dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama desa dan kampung halaman mereka.

“Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, kita ingin mereka kembali memberikan manfaat bagi desa dan kampung halamannya,” ujar Gubernur.

Dalam konteks tersebut, Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami turut menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui pendekatan seni dan budaya. Seni Islami dinilai dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, memperkuat karakter, serta menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri generasi muda.

Gubernur menegaskan, Pemprov Lampung memberikan perhatian terhadap ruang-ruang kreativitas yang dapat membentuk generasi muda menjadi pribadi yang cerdas, kreatif dan berprestasi, namun tetap memiliki akhlak serta nilai-nilai agama.

Sementara itu, Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo mengatakan festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan, mengembangkan, dan mewariskan seni Islami kepada generasi penerus.

Ia berharap seni Islami dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari dalam laporannya menyampaikan, Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 dan diikuti DPD Lasqi Nusantara Jaya kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Adapun Lomba Seni Qasidah diikuti enam grup dari Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Pesawaran.

Sementara Lomba Bintang Vokalis diikuti 44 peserta dan Lomba Pop Islami diikuti 27 peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Melalui berbagai ruang pendidikan, pembinaan keagamaan, seni, dan kreativitas tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, keterampilan, kreativitas, serta karakter dan nilai-nilai agama yang kuat. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading