Connect with us

Ruwajurai

Tawarkan Konsep Kekinian dan Harganya Terjangkau, Blues Caffe Jadi Tempat Refrensi Untuk Nongki

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Blues Caffee adalah sebuah tempat santai yang bisa di nikmati semua kalangan yang mana Blues Caffee sendiri telah berdiri sejak dua bulan. Walaupun bisa dibilang baru tetapi Blues Caffee tidak kalah jauh dengan Caffe Kopi pada umumnya di luar sana.

Blues Caffee sendiri terletak di Jalan Sultan Agung Wayhalim Permai, Kota Bandarlampung yang tepatnya di samping Transmart Lampung buka dari pukul 11.00 sampai dengan 21. 00 Wib.

Usut punya usut Blues Caffee sendiri memiliki Konsep Open Table yang mana Khusus untuk para pengunjung yang ingin belajar Ilmu Kopi atau meracik Kopi menjadi Barista, tidak tanggung-tanggung Blues Caffee sendiri akan memberikan ilmu tersebut secara gratis.

Sarul salah satu pengelolaan Blues Caffee mengatakan, sebelumnya kenapa kami memberikan nama Blues karena terkhusus kami menyukai Musik Blues yang mana dalam Musik-musik Blues tersendiri memiliki suatu arti dan rasa yang dalam.

“Maka dari itu kami memberikan nama Blues Caffee sekaligus kami ingin berkumpul juga dengan para pengunjung yang memiliki satu rasa dengan kami menyukai musik-musik Blues sambil menikmati secangkir kopi,”

“Disini juga tidak hanya bisa berbagi ilmu untuk belajar tentang kopi tetapi bisa sharing berbagai hal, dengan santai dan enjoy, ” ungkapnya. (Jum’at, 18/11/22)

Selanjutnya, terkait menu yang kami tawarkan juga tidak terlalu menguras kantong bagi pengunjung, terkhususnya untuk para mahasiswa atau pelajar yang ingin menikmati kopi justru sangat bisa, kopi yang ada di kelas Premium yang mana digiling sendiri.

Menu & Harga  Blues Caffee (Best Menu Premium)
1. Americano  (10 ribu rupiah)
3. Long Black (10 ribu rupiah)
3. Vanilla Latte (15 ribu rupiah)
4. Hazeinut (15 ribu rupiah)
5. Caramel Latte (15 ribu rupiah).

Blues Caffee (Favorit Menu)
1. Robusta Lampung Tubruk (6 ribu rupiah)
2. House Blend Tubruk (7 ribu rupiah)
3. Arabica Tubruk (8 ribu rupiah)
4. Vietnam Drip (10 ribu rupiah)
5. V 60 (15 ribu rupiah).

Blues Caffee (Signature Menu)
1. Hot Australia Macchiato Manual Brew (15 ribu rupiah)
2. Hot Piccolo Latte Art (15 ribu rupiah)
3. Hot Green Tea Marsmallow (15 ribu rupiah)
4. Caffe Mocha Ice (15 ribu rupiah)
5. Lyche Presso/Dari Lyche Ice (15 ribu rupiah), dan masih banyak lagi lainnya.

“Selain bisa berbagi ilmu untuk pengunjung juga kami menyediakan Karaoke’an yang mana jika pengunjung ingin bernyanyi kami sediakan untuk para pengunjung, ” pungkasnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading