Ruwajurai
Muncul Lubang Menganga di Jalan ZA Pagar Alam, BPJN Lampung Langsung Lakukan Penanganan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Kemacetan parah terjadi di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Bandarlampung, Jumat (18/11/2022) sore, tepatnya di depan Swalayan Fitrinofane.
Usut punya usut, kemacetan terjadi karena adanya lubang yang menganga dengan diameter cukup besar ini diduga karena gorong-gorong yang berada di bawah jalan tersebut amblas.
Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Lampung Rien Marlia beserta rombongan, turun dan memantau langsung jalan yang amblas. Padahal, jalan tersebut baru saja di aspal ulang oleh tim dari BPJN Lampung.
Kepala BPJN Lampung Rien menyebut, gorong-gorong ini sudah dibangun sejak tahun 1970, dan jalan di atas gorong-gorong ini amblas. Sehingga menyebabkan jalan berlubang.
Namun, untuk penyebab pasti amblasnya jalan tersebut, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk penyebabnya kita pastikan dulu,” imbuhnya, Jumat (18/11/2022).
Rien Marlia kembali mengatakan, pihaknya secepatnya juga bakal dilakukan penambalan sementara agar jalan yang dilalui ini tak membahayakan pengendara yang lewat.
“Segera kita lakukan penanganan, seperti tambal sementara, supaya jalan ini bisa dilewati dan aman,” pungkasnya. (*)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

