Connect with us

Tempat Berpendapat

Rektor Unila, Jangan Dua Kali Ditangkap KPK

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pengambilan formulir pencalonan Rektor Universitas Lampung (Unila) mulai dibuka. Dua faksi bertarung untuk mencari peluang menjadi pemimpin tertinggi di kampus favorit tersebut.

Faksi pertama adalah yang tersangkut pusaran kasus Rektor Nonaktif Unila, Aom karomani. Faksi ini nampak lebih dominan berpeluang untuk memenangkan Pemilihan Rektor (Pilrek) yang akan digelar Desember 2022 ini.

Isu tentang suap suara terus mewarnai Unila. Orang dekat salah satu calon Rektor mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini ada dua pemegang suara yang meminta untuk dieksekusi (dibayar suaranya), dan calon Rektornya sedang berupaya untuk mencari waktu dan tempat yang aman untuk menyerahkan uang suap tersebut.

Mengingat semua proses Pilrek Unila mendapat atensi khusus dari KPK. Tapi nampaknya KPK akan dan sudah kecolongan karena calon melakukan upaya transaksi dengan cara konfensional (non elektronik) alias transaksi manual.

Di sisi lain, faksi yang berupaya mengembalikan Unila sebagai kampus yang bersih dari suap seperti tak dilirik oleh pemegang suara. Beberapa kali Lampung Police Watch (LPW) melakukan uji pantau terhadap calon yang tidak terlibat dalam perkara suap karomani mengatakan sampai dengan saat ini belum ada yang mengajaknya untuk bicara tentang visi-misi pencalonannya sebagai calon Rektor Unila.

Karena Indikasi, dugaan dan kemungkinan suap itu ada pada proses Pilrek Unila, maka Lampung Police Watch (LPW) mendesak:
1. Mentri pendidikan untuk menolak dan membatalkan semua calon rektor yang masih terkait dalam perkara korupsi karomani, karena kemungkinan untuk berubahnya status sebagai saksi naik menjadi tersangka sangat besar.

Karena ada beberapa calon rektor yang mendaftar terlibat aktif dalam tindak pidana korupsi karomani dan itu diakui oleh para tersangka. Pertarungan para calon rektor unila yang terlibat dalam perkara korupsi karomani memiliki misi untuk mengamankan tindakan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Bahkan ada indikasi antara calon rektor yang sedang bermasalah sudah membuat komitmen dengan calon rektor lainnya untuk memindahkan suaranya jika sampai saat pemilihan dia tidak dapat meneruskan prosesi (ditetapkan sebagai tersangka).

Kedua, KPK segera meningkatkan status para saksi yang terlibat dalam perkara korupsi Karomani menjadi tersangka. Karena sampai dengan saat ini mereka masih dalam dugaan tak bersalah (saksi) dan memiliki hak untuk maju sebagai calon Rektor Unila.

Tetapi hal yang paling memalukan akan dialami dua kali oleh Unila jika Rektor yang terpilih dibeberapa hari kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan dipenjara.

Ketiga, KPK segera menetapkan Asep Sukohar sebagai tersangka karena tindak pidana korupsi, karena terindikasi telah melakukan perbuatan melawan hukum telah, karena turut serta dalam peroses korupsi dengan melakukan eksekusi uang suap dari orangtua calon mahasiswa, mengoperasionalkan uang hasil suap dalam muktamar nu pada kepanitian seksi medis.

Dengan kata lain Asep Sukohar telah melakukan dengan sadar tindak pidana korupsi dengan menerima, menikmati uang suap meski dengan dalih atas perintah rektor karomani.

Keempat, kepada semua pemegang suara pilrek unila LPW meminta dengan tegas untuk tidak menerima dan meminta uang (transaksi suap) kepada calon rektor.

Selaku ketua Lampung Police Watch (LPW) dan alumni unila saya akan terus menjaga Marwah unila sebagai kampus yang bersih dari tindakan korupsi. Semua informasi dalam proses pemilihan rektor unila 2022 ini terus kami dalami dan update.

Demikian tulisan ini kami buat. Semoga kita semua bisa menjaga negri ini dari semua tindak pidana korupsi. Semoga akan terpilih Rektor Unila yang bersih dan mampu untuk memulihkan prestasi dan nama baik kampus hijau kebanggaan masyarakat Lampung. Tabik pun. (Opini)

Bandar Lampung,
Senin, 28 November 2022

MD. Rizani
Ketua

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tempat Berpendapat

Sedang Jadi Sorotan Nasional, Lekas Pulih Lampungku

Published

on

Foto: Menara Siger salah satu ikon Provinsi Lampung (https://www.instagram.com/jaelani_uje/)

 

Alteripost.co, Opini-
Lontaran kritik yang dilakukan Akun Tiktok Awbimax Reborn kepada Pemerintah Daerah (Pemda) membuat Provinsi Lampung menjadi sorotan publik nasional. Tak main-main, sejumlah tokoh publik pun ikut angkat bicara dan memberikan sikap pro dan kontra terhadap sikap dari Pemuda yang sedang melakukan studi di Australia tersebut.

Salah satu tokoh hukum nasional, Hotman Paris Hutapea, yang kredibilitasnya tak perlu diragukan lagi, telah memasang kuda-kuda untuk membela Bima.

Di sisi lain, sebagian tokoh lokal pun cukup menyayangkan sikap Bima. Karena dalam penyampaian kritikan diiringi dengan diksi yang kurang pantas.

Beberapa hari Provinsi Lampung jadi sorotan nasional yang konteksnya dalam stigma negatif, pelaporan yang ditujukan ke Bima Yudho Saputro pemilik akun Tiktok Awbimax Reborn akhirnya tak dapat diproses Polda Lampung.

Polda Lampung menghentikan penyidikan kasus tiktoker Bima Yudho Saputro yang dilaporkan ke Polda Lampung oleh Ginda Ansori karena mengkritik Provinsi Lampung, Selasa (18/4/2023).

Penghentian perkara penyelidikan laporan kasus tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan terlapor Bima Yudho Saputro (23) tersebut dihentikan setelah Polda Lampung melakukan penyelidikan dan memeriksa sebanyak 6 saksi.

Terlepas dari dinamika yang terjadi, tentunya mayoritas masyarakat Lampung ingin adanya perubahan ke arah yang lebih baik di Provinsi tercinta ini. Karena yang kita ketahui bahwa dalam proses administrasi di birokrasi perlu adanya mekanisme yang mesti dilalui. Seperti tahapan perencanaan, penganggaran dan lelang kegiatan.

Kinerja Pemprov Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Arinal juga layak diapresiasi. Meskipun ada beberapa sektor yang masih perlu diperbaiki, tapi komitmen dari Gubernur Arinal untuk membangun Provinsi tercinta ini juga mesti didukung.

Harapan kita bersama semoga 14 ruas jalan yang masuk skala prioritas dapat segera direalisasikan di tahun 2023 ini. Tentunya diiringi dengan pembangunan yang masif dan gencar melakukan perbaikan di sektor infrastruktur, diharapkan bakal memperlancar konektivitas dan berdampak positif untuk menunjang roda perekonomian di Provinsi kita tercinta ini.

Pak Gub, terus membangun dan berbenah ya, mohon dengan segala hormat, berikan setiap masyarakat ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritikan, serta tolong dipertimbangkan setiap kehendak dari masyarakat khususnya yang berasal dari arus bawah. Lekas pulih Lampungku, Tabik Pun. (Gus)

 

Facebook Comments Box
Continue Reading