Connect with us

Lampung

Bobby dan Haris Dilantik, Gerbong Lampung Berjaya Diminta Semakin Solid

Published

on

Foto: istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Fahrizal Darminto, melantik dan mengambil sumpah jabatan dua Pejabat Eselon II, di Ruang Abung Balai Keratun, Jumat (16/12/22).

Pelantikan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 821.21/626/VI.04/2022.

Adapun dua Pejabat Eselon II yang dilantik yakni Bobby Irawan S.E, M.Si yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Perekonomian pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.

Kemudian, Haris Kadarusman, S.E., M.Kes., yang sebelumnya bertugas sebagai Inspektur Pembantu Wilayah V pada Inspektorat Provinsi Lampung menjadi Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.

Dalam sambutan Gubernur Arinal yang disampaikan Sekdaprov Fahrizal, mengucapkan selamat kepada kedua pejabat yang baru saja dilantik dan meminta untuk bekerja dengan semangat dan penuh tanggung jawab yang tinggi, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diberikan.

Kepada Kepala Dinas Pariwisata yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar segera melihat rencana kerja ke depan yang telah disusun dan mengambil langkah-langkah percepatan, dikarenakan ekonomi Lampung diprediksi akan sangat bergantung pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, selain juga pada sektor-sektor lainnya.

Gubernur Arinal juga berpesan kepada Kepala Biro Administrasi Pembangunan yang baru dilantik, agar menjamin compliance terhadap seluruh peraturan dan ketentuan perundang-undangan administrasi pembangunan.

Selain itu, Gubernur Arinal juga meminta kepada seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung agar menunjukkan dan mengejar prestasi di segala lini guna mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

Selanjutnya, seluruh pejabat untuk menerapkan kepemimpinan transformasional dengan melakukan identifikasi perubahan dan melaksanakan rencana yang diperlukan agar perubahan tersebut terjadi.

“Perubahan itu adalah suatu keniscayaan, maka kita juga harus mengubah strategi dan melakukan langkah-langkah untuk mencapai dan mengatasi perubahan tersebut. Termasuk dengan mengawal pelaksanaan 33 Janji Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata dia.

Selain itu, Gubernur Arinal pun menekankan agar tiap Satker membentuk tim kerja yang efektif, solid dan bersinergi serta terus meningkatkan kompetensi dan memiliki kemauan untuk terus berinovasi. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading