Lampung Tengah
Selain Pimpin Apel, Sekda Nirlan Lakukan Sidak ke Kantor Bappeda
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Nirlan, S.H., M.M memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bappeda. Rabu (27/1/2021).
Kedatangan mendadak Sekda ini dilakukan untuk memberikan arahan sekaligus memotivasi para pegawai untuk lebih baik dalam meningkatkan kinerjanya, mengingat Bappeda memiliki peran yang sangat penting strategis dalam pembangunan di daerah.
Dalam arahannya, Nirlan mengharapkan kepada semua pegawai Bappeda, untuk memahami betul tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing bidang.
“Selain itu, penting bagi para pegawai untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidangnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar bisa semakin maksimal dalam mendukung penguatan peran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan dapat memberikan petunjuk dan bimbingan agar penyusunan program atau proyek dapat berjalan dengan baik”. Ungkapnya.
Lanjut Nirlan, yang tidak kalah penting, semua unsur perencanaan di Bappeda juga harus membangun jaringan atau networking untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan di Lampung Tengah. Pungkasnya. (*)
Lampung
Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan
Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.
“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar
Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.
“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.
Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.
Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)
