Berita Utama
Wakil Ketua Umum Kadin Berkunjung, Arinal Promosikan Keunggulan Pariwisata dan Pertanian Lampung
BANDARLAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima kunjungan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie beserta rombongan, di Mahan Agung, Bandarlampung, Minggu (25/4/2021).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mempromosikan sejumlah potensi dan keunggulan yang dimiliki Lampung, seperti sektor pariwisata dan sektor pertanian secara luas.
“Tentunya berbagai potensi dan keunggulan ini harus ditata dan dikelola dengan baik,” ujar Gubernur Arinal.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Arinal juga mengajak Kadin Lampung untuk bersama-sama membangun Lampung.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, menuturkan bahwa kunjungannya ini merupakan sowan kepada Pak Gubernur. “Bagaimanapun juga Lampung adalah daerah asal muasal nenek moyang. Kalau ke sini, gak pas kalau gak ada pak Gubernur, jadi kita sowan,” jelas Anindya Bakrie.
Anindya mengatakan Gubernur Arinal banyak memberikan masukan tentang potensi di Lampung.
“Alhamdulillah Pak Gubernur banyak memberikan masukan potensi di Lampung, mulai dari kopi, lada, singkong, termasuk daging yang menjadi salah satu andalan,” jelas jelas Anindya Bakrie.
Dari sisi pariwisata, Anindya menilai perlu digalakkan lagi. “Dari sisi sektor Pariwisata ini sangat digenjot, tentunya berbarengan dengan pertanian, perkebunan, dan lainnya,” tambahnya.
Dari diskusi bersama Gubernur, Anindya Bakrie, menilai bahwa sosok Gubernur Arinal sebagai putra Lampung sangat patut untuk didukung dalam membangun Lampung.
Turut hadir dalam acara ini, Ketum Kadin Lampung Muhammad Kadafi, Ketum Kadin NTB H. Faurani, Ketum Kadin Papua Barat Imanuel Yenu, Ketum Kadin Gorontalo Muhalim Litty, Ketum Kadin Kepri Maruf Maulana, serta rombongan sari Kadin Pusat. (Adpim)
Berita Utama
Gaya Koboi Kadis PSDA Lampung Berpotensi Mengancam Kebebasan Pers
Alteripost.co, Bandarlampung-Menugungang kuda, bergerak tak takut apa pun dan menenteng sebuah pistol seperti seorang koboi di film-film Hollywood membuat diri setiap pemainnya merasa jumawa. Namun jika seorang pejabat publik bersikap dan berlagak seperti seorang koboi, apakah pantas?
Baru-baru ini, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Lampung Febrizal Levi Sukmawan mengeluarkan pernyataan bak seorang koboi di film Hollywood.
Dari rekaman suara yang beredar, bukannya membuat suasana semakin membaik, justru Kadis PSDA Lampung tersebut mengeluarkan nada ancaman disertai makian dan bakal mengebuk seorang jurnalis.
Dalam potongan percakapan suara yang beredar tersebut, tersebut Levi menyampaikan keberatannya terkait posisi wartawan yang disebutnya menghalangi pandangan saat forum berlangsung.
“Gua itu duduk di situ, gua ini kan tamu. Tapi kan dihalangi pandangan gua, di depan kan wartawan semua. Gua mau lihat itu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Levi menjelaskan bahwa dirinya ingin melihat jalannya forum, termasuk timer yang digunakan untuk mengatur durasi pembicara.
“Pembicara itu Bunda Eva, Roy, itu kan mau lihat timer. Tapi nggak kelihatan karena dihalangi,” katanya.
Namun, pernyataan Levi tidak berhenti pada penjelasan tersebut. Dalam percakapan yang sama, ia juga menyebut nama salah satu jurnalis, Wildan Hanafi, dengan nada seperti koboi.
“Bukan Wildan saja, tapi ka*pang Wildan itu… gua gebuk bener Wildan, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia ha Kandidat” ucapnya.
Tak hanya itu, Levi juga mengaku akan mengerahkan orang-orangnya untuk mencari yang bersangkutan.
“Gua cari, nanti gua suruh Se*ta, gua gerakin orang-orang gua… malam ini gua cari dia, biar dia tahu,” lanjutnya.
Levi juga membantah bahwa dirinya yang secara langsung mengusir wartawan dari posisi tersebut.
“Yang ngusir juga bukan gua. Gua duduk di situ aja. Tapi pandangan gua tertutup,” katanya.
Meski demikian, pernyataan lanjutan Levi kembali menuai sorotan karena dinilai bernada ancaman.
“Suruh minta maaf sama gua, suruh buat klarifikasi. Kalau enggak, awas dia,” tegasnya.
Tentunya, dengan gaya koboi dari Kadis PSDA Lampung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan jurnalis, terutama terkait keamanan dan berpotensi mengancam kebebasan pers dalam menjalankan tugas peliputan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lanjutan dari pihak terkait mengenai maksud dan konteks pernyataan tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga hubungan profesional antara pejabat publik dan insan pers dalam menjamin keterbukaan informasi kepada masyarakat. (Gus/rls)

