Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Nanang Serahkan Uang Duka Kepada Ahli Waris

Published

on

Foto: Bupati Nanang saat menyerahkan uang santunan kepada ahli waris

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lampung Selatan menyerahkan santunan uang duka kepada keluarga Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup kabupaten setempat yang meninggal dunia.

Santunan berupa uang tunai masing-masing sebesar Rp.5 juta diserahkan langsung Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto kepada ahli waris di ruang kerjanya, Kamis (6/5/2021).

Hadir juga Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Puji Sukanto selaku Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lampung Selatan beserta jajaran.

Puji Sukanto mengatakan, pemberian santunan itu merupakan program Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lampung Selatan yang diberikan kepada seluruh anggota KORPRI yang meninggal dunia.

“Santunan ini merupakan bentuk ungkapan rasa belasungkawa atas meninggalnya PNS selaku anggota KORPRI,” kata Puji Sukanto.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto sangat mengapresiasi Dewan Pengurus KORPRI atas program-program yang telah berjalan selama ini.

Pada kesempatan itu, Nanang juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Nanang juga berpesan, santunan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh ahli waris.

“Semoga pengabdian selama menjadi PNS akan dicatat menjadi amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Bagi keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kesabaran, ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” kata Nanang. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Teguhkan Nilai Toleransi Lewat Dharma Santi Nyepi

Published

on

Alteripost Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama melalui kegiatan silaturahmi Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 bersama umat Hindu, yang digelar di Aula Pendopo, Lamban Rakyat Lampung Selatan, Kamis (9/4/2026).

Momentum ini menjadi istimewa karena perayaan Nyepi tahun ini berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan, mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Ketua TP PKK Zita Anjani, Wakil Ketua TP PKK Reni Apriyani, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto besreta Ketua DPW Ratna Yanuana.

Turut hadir juga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Darmawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Nyoman Setiawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Erdiyansyah, dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Firmansyah.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung Selatan, Made Sugriwa, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap umat Hindu.

Ia menilai kehadiran pemerintah dalam kegiatan keagamaan menjadi bukti nyata inklusivitas dalam pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian yang diberikan. Kehadiran pemerintah menjadi bukti bahwa umat Hindu diakui dan menjadi bagian dari pembangunan Lampung Selatan,” ujarnya.

Made Sugriwa juga menyoroti tema Nyepi tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”, yang dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini.

“Momentum Nyepi yang beriringan dengan Ramadan menunjukkan indahnya toleransi dan harmonisasi antarumat beragama di Lampung Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi kepada umat Hindu, sekaligus menegaskan makna Dharma Santi sebagai ruang rekonsiliasi sosial.

“Dharma Santi adalah jembatan hati, manifestasi ajaran luhur untuk merajut kembali persaudaraan,” kata Egi.

Ia juga mengapresiasi masyarakat Bali di Lampung Selatan yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai tradisi.

“Saya bangga melihat masyarakat Bali yang mandiri, pekerja keras, dan tetap teguh memegang adat istiadat. Inilah kekuatan kita, modernitas dalam bingkai tradisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya Bali sebagai bagian dari kekayaan daerah sekaligus potensi pengembangan sektor pariwisata.

“Teruslah melestarikan seni dan budaya. Jangan biarkan identitas budaya luntur. Seni budaya Bali adalah kekuatan karakter dan daya tarik wisata Lampung Selatan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Egi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh kerukunan masyarakat. Mari kita perkuat persatuan demi Lampung Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Kegiatan Dharma Santi ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarumat beragama, meningkatkan kerukunan sosial, serta memperkuat nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan masyarakat Lampung Selatan. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading