Kota Metro
Dewan Minta Dinkes Kota Metro Untuk Maksimal Dalam Penanganan Covid-19
Alteripost.co, Metro-
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro Fahmi Anwar, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro untuk memaksimalkan penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 pada seluruh fasilitas kesehatan (Faskes). Rabu (14/7/2021).
“Dinkes Kota Metro dapat mengoptimalkan faskes seperti Rumah Sakit (RS) tipe D dan Puskesmas. Ini sebagai bentuk antisipasi jika kesediaan dari ruang RS rujukan sudah penuh. Terlebih ketersediaan oksigen juga sudah menipis, Dinkes untuk mencari solusi guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19″. Terangnya.
Menurutnya, RS tipe D dan puskesmas dinilai lebih memadai dengan ketersediaan peralatan penanganan pasien Covid-19 dibandingkan sejumlah fasilitas rumah isolasi yang disediakan pemerintah kota (Pemkot). Pemkot melalui dinas terkait perlu melakukan berkoordinasi dengan sejumlah klinik kesehatan jika dikemudian hari terdapat lonjakan pasien Covid-19. Tuturnya.
“Dibandingkan tempat-tempat isolasi yang disiapkan pemerintah daerah seperti di bumi perkemahan, kelurahan dan lainnya. Bahkan bila perlu lakukan komunikasi dengan klinik-klinik kesehatan yang ada di Kota Metro. Ini kan sifatnya darurat, jadi perlu kerja sama yang baik untuk itu semua”. Pungkasnya. (*)
Kota Metro
Rapat DPRD Tentang Pengambilan Keputusan Bersama Terhadap Raperda Kota Metro
Alteripost Kota Metro – Walikota Metro menyampaikan berapa hal dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tentang Pengambilan Keputusan Bersama terhadap Raperda Kota Metro tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023.
Pada kesempatan tersebut Walikota Metro, Wahdi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Metro kesediaan melakukan koordinasi yang baik dan intensif dengan pihak eksekutif selama pembahasan Raperda tersebut.
“Sehingga tercapailah kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Metro terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang pertanggungjawaban Anggaran APBD Kota Metro tahun 2023,” tuturnya di Ruang Sidang DPRD setempat, Kamis (08/08/2024).
Dirinya pun menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan terhadap Raperda Pelaksanaan APBD Kota Metro TA 2023 yang sebelumnya sudah disampaikan pada tanggal 3 Juli 2024 yang lalu.
“Melalui beberapa tahapan yang dibarengi dengan proses dengar pendapat dan pembahasan yang intensif antara DPRD Kota Metro dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD-OPD terkait,” ungkap Wahdi.
Wahdi mengatakan, berbagai masukan, saran dan kritik terhadap subtansi laporan keuangan khusus maupun Pelaksanaan Program Pembangunan di Bumi Sai Wawai.
Baik program kegiatan yang telah dilaksanakan maupun yang baru akan dilaksanakan, yang merupakan referensi penting bagi kami untuk terus melakukan pembelajaran, pembenahan, serta perubahan dikemudian hari guna tercapainya pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, tepat sasaran, tepat waktu dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” beber Wahdi.
Wahdi menyebut jika semua dimulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan, monitoring, evaluasi, pertanggungjawaban dilakukan dengan baik maka yang mendapatkan keuntungannya adalah masyarakat Kota Metro.
“Perbedaan pendapat dalam setiap tahapan merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap Kota Metro,” ujar Wahdi.
Selanjutnya, Rancangan Peraturan Daerah yang telah yang telah disepakati dan disetujui bersama tersebut akan segera disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
“Rancangan ini akan kami sampaikan ke Provinsi, guna dievaluasi dan mendapatkan persetujuan Gubernur Lampung seta dilaporkan pada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia,” tutupnya. (ADV).