Bandar Lampung
Pemkot Bandar Lampung Dan Jajaran Polresta Akan Menutup Akses Mobilitas Kendaraan
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dan jajaran Polresta Bandar Lampung, akan menutup akses mobilitas kendaraan dan masyarakat mulai tanggal 16-20 Juli 2021. Hal ini seiring di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang diwajibkan mengurangi mobilitas 30 persen.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Yan Budi Jaya mengatakan, dalam hal penegakkan pembatasan mobilitas kendaraan dan masyarakat ini, pihaknya akan sedikit keras, menyekat jalan di dalam kota dan perbatasan kota.
Selain itu, akan diperketat lima posko yang sudah ada dan akan ada penambahan empat posko lainnya. “Kami baru mendapat petunjuk, masyarakat yang akan melaksanakan pekerjaan esensial bisa ke kantor atau berdagang mulai pukul 07.00 – 10.00 WIB. Kemudian pukul 10.00 hingga 20.00 WIB akan kami tutup total, jadi tidak ada lagi yang masuk ke Bandar Lampung”. Terangnya.
Polresta Bandar Lampung berharap, masyarakat agar sadar dan bisa bersabar, untuk kepentingan bersama dalam hal menjaga kesehatan dari penularan Covid-19. Ketentuan ini harus dipatuhi, agar bersama-sama membantu mengurangi mobilitas kendaraan dan masyarakat. Tuturnya.
Sementara itu Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, pihaknya akan menutup toko dan pedagang selain dari esensial seperti sembako. jadi kami mohon maaf selain toko sembako akan kami tutup. (*).
Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Terima Disway Top Regional Leader Awards 2026
Alteripost Jakarta – Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menerima penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 kategori Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif. Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis (11/6/2026) di Hotel JW Marriott, Jakarta.
Usai menerima penghargaan, Wali Kota Bandar Lampung Hj.Eva Dwiana menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan. Menurut beliau penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja keras Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menghadirkan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Ini luar biasa, karena apa yang kami kerjakan dan lakukan ternyata mendapat penilaian dari masyarakat. Semua yang kami lakukan adalah untuk masyarakat,” ujar Walikota Bandar Lampung Hj.Eva Dwiana.
Disway National Network menggelar ajang apresiasi bergengsi ini sebagai bentuk penghargaan kepada kepala daerah di seluruh Indonesia yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dan kemajuan di daerahnya. Kegiatan tersebut dikemas dalam Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang dirangkaikan dengan Leadership Forum dan Awarding Ceremony bertema “Mendorong Daerah Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Nasional.”
Acara dipandu langsung oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, dan menghadirkan narasumber Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si. Forum tersebut membahas berbagai strategi penguatan ekonomi daerah, termasuk potensi Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru di daerah.
Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 diberikan kepada kepala daerah tingkat provinsi, kota, dan kabupaten yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, kepemimpinan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Founder Disway Group, Dahlan Iskan, mengatakan bahwa kepala daerah saat ini menghadapi tantangan yang tidak mudah dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, pemimpin daerah yang mampu menunjukkan prestasi, inovasi, dan menghadirkan perubahan positif layak mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.
“Disway Top Regional Leader Awards 2026 hadir sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras kepala daerah yang berhasil membawa perubahan positif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas,” ujar Dahlan Iskan.
Penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui proses penilaian yang objektif dan terukur dengan melibatkan pengolahan data primer dan sekunder, survei publik, audit independen, serta penilaian dewan pakar dan pimpinan media jaringan Disway National Network yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Adapun indikator penilaian mencakup berbagai aspek strategis, di antaranya kinerja pembangunan dan tata kelola pemerintahan, inovasi layanan publik, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.(*)

