Lampung
Inspektorat Lampung Bakal Atensi Oknum ASN Yang Diduga Arogan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Beredar video viral seorang pria mengamuk dan melempar batu seorang yang memvideokan aksi marah pria tersebut yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lampung, Kamis (12/08/2021).
Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria mengamuk dan terjadi pertengkaran antara pria tersebut dengan perekema video.
Setelah percekcokan yang terjadi di Museum Lampung tersebut, akhirnya pria tersebut mengamuk dan melempar pengujung yang mengabadikan momen dengan telepon selular (Ponsel).
Dalam video tersebut tertulis “Patut diduga seorang ASN di Lampung marah2 sambil gebrek meja pedagang kecil, tukang bubur ayam samping museum Lampung, hanya karena merasa dirinya lama tidak dilayani. Saat ditegur oleh pengujung lainnya, dia balik marah sambil lempar batu,” tulis dia
“JANGAN sampai karena mahluk ini rusak seluruh kebaikan pemerintah daerah Lampung thd rakyatnya. Disaat sikon krisis berkepanjangan saat ini seharusnya seorang ASN wajib bersabar & banyak kasih contoh kebaikan dan rasa empati kpd rakyat kecil karena dirinya adl REPRESENTATIF pemerintah daerah,” tambah dia.
Dalam video tersebut, diduga oknum pria tersebut merupakan ASN yang bertugas di Provinsi Lampung.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Inspektorat Provinsi Lampung Freddy SM, mengatakan bahwa belum mengetahui soal video viral oknum ASN Provinsi Lampung yang diduga arogan terhadap tukang bubur di sekitar halaman Museum Lampung.
Ia kembali menegaskan, pihaknya bakal mengatensi hal tersebut dengan melakukan pemeriksaan kebenaran video tersebut.
“Kita cari kebenarannya, kita lihat dulu gimana kronologisnya, bila perlu tukang bubur kita panggil juga menjadi saksi untuk memberikan keterangan, jadi sumberdaya tidak hanya sepihak saja,” kata Freddy SM usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Lampung. (*)
Lampung
Sekdaprov Marindo Ikuti Prosesi Peresmian 1.061 Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan mengikuti prosesi peresmian operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto yang dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Sekdaprov Marindo mengikuti acara tersebut secara virtual dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Way Halim, Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Marindo, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendukung percepatan pembentukan dan operasionalisasi KDKMP melalui pemanfaatan aset milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas koperasi di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan Pak Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peresmian operasionalnya Koperasi Desa Merah Putih. Salah satunya berada di Provinsi Lampung, tepatnya di Way Halim ini yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov Lampung bersama jajaran TNI melakukan inventarisasi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan KDKMP dan salah satu aset tersebut berada di kawasan Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Menurut Marindo, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong pemanfaatan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal agar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI memastikan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara utuh bisa dimanfaatkan untuk mendukung percepatan berdirinya Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Lampung, hingga saat ini sudah terdapat 345 unit KDKMP yang berdiri di Lampung.
Jumlah tersebut disebut menjadi yang terbanyak di luar Pulau Jawa.
Marindo menyebutkan bahwa KDKMP di Lampung nantinya memiliki berbagai unit usaha, mulai dari gerai kebutuhan pokok, apotek, layanan kesehatan, distribusi LPG, layanan PLN hingga usaha pangan seperti beras dan jagung.
Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, secara keseluruhan terdapat 41 titik KDKMP yang diresmikan di wilayah Lampung dan Bengkulu pada hari yang sama.
Ia merinci, hingga 16 Mei 2026, Kodam XXI/Radin Inten telah menyelesaikan pembangunan 562 titik koperasi, terdiri dari 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.
“Kita terus mengejar target. Harapannya akhir Mei atau paling lambat awal Juni sudah ada 600 titik yang selesai 100 persen,” ujarnya.
Khusus di Bandar Lampung, Kristomei menyebut target pembangunan mencapai 10 titik KDKMP.
Saat ini lima titik telah selesai dibangun dan ditargetkan meningkat menjadi delapan titik pada awal Juni mendatang.
Menurutnya, dukungan Pemprov Lampung sangat membantu percepatan pembangunan koperasi, terutama dalam penyediaan lahan.
“Di Bandar Lampung kami sempat terkendala lahan. Nah, untuk itu kami dibantu oleh Pemprov sehingga ada lahan-lahan milik Pemprov yang bisa dibangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” pungkasnya. (Rls)

