Connect with us

Lampung

Soal Ratusan Paket Sembako di Ruang Abung, Zulkarnain: Bantuan dari Masyarakat

Published

on

Foto: Kasat Pol PP Lampung Zulkarnain (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Ratusan paket sembako yang dibalut dengan plastik warna putih yang berada di ruang Abung, lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung rupanya bukan milik Satuan Kerja (Satker).

Selain itu, dalam pantauan di lapangan, ratusan paket sembako yang ditaksir nilainya mencapai puluhan juta tersebut, sudah beberapa hari ini tersusun rapi di ruang Abung merupakan bantuan dari masyarakat untuk disalurkan kepada sebagian warga yang terdampak langsung akibat Pandemi Covid-19 ini.

Informasi tersebut didapatkan dari Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Lampung Zulkarnain. Ia menyebutkan bahwa ratusan paket sembako tersebut berasal dari bantuan masyarakat untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, dari masyarakat untuk masyarakat, kita hanya menerima dan selanjutnya akan didistribusikan ke beberapa daerah Kabupaten dan Kota,” kata Bang Zul sapaan akrabnya, Rabu (11/08/2021).

Untuk mendapatkan informasi lebih rinci, Zul menyarankan untuk menanyakan perihal tersebut kepada Asisten I. “Kalau mau lebih detail, silahkan tanyakan ke Asisten I saja,” ucap dia

Sementara itu, Kabiro Kesra Setda Pemprov Lampung Ria Andari menyebutkan bahwa ratusan paket sembako yang berada di ruang Abung tersebut merupakan kewenangan dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

“Paket sembako yang ada di ruang Abung itu adalah kewenangan Satgas Covid-19, bukan kami (Biro Kesra) ya,” kata Ria saat dikonfirmasi. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung Klaim Penanganan Kebakaran Terkendali dan Berhasil Cegah Api Masuk TN Way Kambas

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Lampung Timur-
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung penanganan kebakaran yang terjadi di Desa Braja Harjosari, Kecamatan Braja Selebah, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (23/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur bersama Kepala Balai TN Way Kambas, Bupati Lampung Timur, unsur TNI-Polri, BPBD, Forkopimda, serta jajaran terkait memantau kondisi di lapangan sekaligus memastikan upaya pemadaman dan mitigasi terus dilakukan.

Kebakaran diketahui terjadi sejak Jumat (21/8). Satu titik api sebelumnya telah berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) malam. Namun, pada Minggu kembali terpantau muncul titik api di area ladang alang-alang yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Gubernur Mirza mengatakan, saat ini seluruh unsur terkait bergerak bersama untuk memastikan titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas menuju kawasan hutan TN Way Kambas.

“Alhamdulillah, tadi malam satu titik sudah berhasil dipadamkan oleh rekan-rekan di lapangan. Namun tadi siang muncul satu titik baru di area ladang alang-alang. Kita sedang melakukan mitigasi agar tidak terbawa ke hutan secara meluas,” ujar Gubernur Mirza.

Menurut Gubernur Mirza, kondisi titik api yang berada di area alang-alang dan dekat dengan sumber air membuat proses mitigasi relatif lebih mudah dilakukan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali meluas.

Gubernur Mirza mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan kebakaran, mulai dari TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, pengelola TN Way Kambas hingga unsur terkait lainnya.

“Kita bersatu padu menanggulangi kebakaran ini. Yang paling penting sekarang adalah memastikan api tidak meluas dan kondisi segera terkendali,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Mirza memastikan kondisi satwa di TN Way Kambas juga terus dipantau. Sebelas kelompok gajah liar yang terpantau berada pada jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran, sementara gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) dalam kondisi aman dan tidak terdampak.

“Gajah-gajah yang ada di TNWK terus dimonitor. Untuk kelompok gajah liar, jarak terdekat sekitar 25 kilometer dari titik ini, sementara yang ada di PLG insyaallah aman dan tidak terdampak,” ujar Gubernur Mirza.

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga terus mendorong langkah mitigasi jangka panjang melalui perlindungan kawasan, penataan kawasan, dan konservasi TN Way Kambas secara masif. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran yang terjadi setiap tahun.

Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan memastikan penanganan kebakaran berjalan hingga kondisi benar-benar aman.

“Kita terus melakukan mitigasi. Kita berdoa dan bekerja bersama agar kebakaran ini tidak meluas,” pungkasnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading