Lampung
PMI Provinsi Lampung Terima Bantuan Alat Kesehatan
Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam pidato kenegaraan Presiden RI di Sidang Tahunan MPR RI tanggal 16 Agustus 2021, Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk selalu peduli terhadap sesama, terutama ketika masa pandemi Covid yang saat ini masih melanda.
Dengan budaya yang selalu saling peduli dan saling berbagi, masalah yang berat ini bisa lebih mudah terselesaikan. Seluruh lapisan masyarakat bersama-sama dengan pemerintah dan lembaga lainnya diharapkan dapat bergotong royong.
Terkait dengan hal itu, Palang Merah Indonesia (PMI) yang merupakan salah satu unsur bagian dari masyarakat, memiliki peran penting dalam aksi memutus rantai penyebaran Covid-19.
Tugas itu tidak mungkin dapat dilalui tanpa bantuan dari berbagai pihak. PMI Provinsi Lampung dalam setiap kesempatan turut melakukan aksi nyata di tengah pandemi ini, salah satunya dengan kegiatan donor darah.
Selain melakukan kegiatan donor darah, Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dalam beberapa kesempatan juga menyerukan kepada semua pihak untuk saling tolong dan bergotong royong guna membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.
Berbagai bantuan terus berdatangan untuk Provinsi Lampung, baik dari pusat, lembaga- lembaga negara, bahkan dari unsur masyarakat. Pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu, PMI Provinsi Lampung menerima bantuan Alat Kesehatan dari lapisan masyarakat, yaang datang dari Bapak Budi Setiawan berupa Pakaian APD sebanyak 29 buah berbagai ukuran untuk petugas UDD, 20 Pakaian APD untuk Petugas PMI, serta 50 tas berisi paket makanan bagi pendonor darah plasma Konvalesen.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di Markas PMI Provinsi Lampung Jalan Hasanuddin No.26 Teluk Betung Bandar Lampung dan diterima langsung oleh jajaran pengurus PMI Provinsi Lampung.
Selanjutnya, Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengapresiasi bantuan tersebut, dan dirinya berharap serta mengetuk pintu hati seluruh pihak untuk saling membantu agar masa pandemi ini dapat segera dilalui.
#Sumber: Bidang Infokom PMI Provinsi Lampung
Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Internal, Optimis Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efektif dan Bersih
Alteripost.co, Bandarlampung- Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi Rencana dan Anggaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah dan narasumber Kepala BPKP Lampung tersebut berlangsung di Gedung Pusiban, Senin (25/5/2026).
Dalam arahannya, Wagub Jihan Nurlela menegaskan bahwa posisi pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengubah pola pikir dalam penyusunan program kerja kedinasan.
”Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan Nurlela saat memberikan arahan.
Ia memandang momentum capacity building ini sangat strategis sebagai langkah evaluasi sekaligus persiapan menghadapi penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengimbau agar SPIP tidak lagi dianggap sebagai gugus kewajiban administratif, melainkan diinternalisasi menjadi ideologi dan budaya kerja harian.

Guna mempercepat perbaikan sistem pengendalian tersebut, Wagub menyampaikan lima poin arahan utama yang wajib diimplementasikan oleh seluruh jajaran perangkat daerah. Poin pertama yang ditekankan secara lugas adalah mengenai penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.
Ia menekankan bahwa seorang pimpinan daerah harus memiliki rasa memiliki (owning) yang tinggi terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya.
Selanjutnya, Wagub Jihan menjabarkan empat arahan lainnya, yakni pentingnya mengedepankan integritas dalam kesatuan perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan secara parsial; penerapan manajemen risiko yang efektif dan berkelanjutan pada tiap program; optimalisasi peran APIP (Inspektorat) sebagai quality assurance dan consulting partner; serta penanaman budaya integritas dan akuntabilitas di sanubari setiap Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di akhir arahannya, Wagub Jihan Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang terus konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi para asesor serta memperkuat komitmen kepala daerah beserta jajaran kepala OPD dalam memitigasi risiko program kerja.
Inspektur Bayana melaporkan, tingkat kematangan (maturitas) SPIP Provinsi Lampung berada pada Level 3 (Terdefinisi) dengan skor 3.200, sementara indeks manajemen risiko berada pada angka 3,073. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas pengawasan internal secara berkala agar indeks efektivitas pengendalian korupsi dapat terus dioptimalkan.
Di sisi lain, Pemprov Lampung terus bergerak maraton dalam menyelesaikan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan (TLHP) temuan BPK serta menggenjot perbaikan nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) yang pada tahun 2025 lalu mencatatkan skor 69. Kerja keras jajaran pengawasan internal dalam dua bulan terakhir menunjukkan progres signifikan, di mana pengembalian kerugian keuangan negara berhasil dioptimalkan hingga mencapai hampir Rp7 Miliar.
Guna menyelesaikan temuan menahun yang sulit ditindaklanjuti secara faktual, seperti kendala subjek yang telah meninggal dunia atau ketidakjelasan objek, Pemprov Lampung bekerja sama dengan BPK dan Asisten Datun akan menempuh mekanisme Sidang Tuntutan Ganti Rugi (TGR) untuk penghapusan administrasi keuangan sesuai jalur hukum yang berlaku.
Langkah tegas juga diupayakan dalam perluasan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Setelah kesuksesan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Provinsi Lampung meraih predikat ZI, Pemprov Lampung kini tengah mempersiapkan sejumlah OPD pelayanan publik lainnya, termasuk jajaran Dinas Pendidikan yang sosialisasinya akan mulai diakselerasi pada awal Juni mendatang.
Melalui penguatan kapasitas asesor dan komitmen kepemimpinan di setiap instansi, Pemprov Lampung optimistis seluruh target capaian akuntabilitas, penurunan risiko program, hingga pembersihan aspek administrasi pihak ketiga dapat diselesaikan secara tuntas pada tahun anggaran 2026 untuk menjaga marwah dan wibawa pembangunan daerah. (Red)

