Connect with us

Lampung

Pemprov Respon rencana Penerapan Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di Lampung

Published

on

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Lampung hingga tingkat Kabupaten/Kota.

Upaya tersebut merupakan langkah antisipasi guna mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Lampung, salah satunya dengan memperketat pemberian izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kepada penyelenggara sekolah di Kabupaten/Kota.

Pendidikan mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung dimasa pandemi Covid-19, Pendidikan merupakan salah satu yang menjadi prioritas utama mengingat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah salah satu hal penting yang harus benar – benar di perhatikan karena melibatkan guru, siswa dan orang tua siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar, kebjiakan yang diambil Pemerintah Provinsi Lampung merupakan bentuk perlindungan terhadap guru dan siswa agar tidak terjadi klaster baru Covid-19 di Provinsi Lampung.

Masih ada kekhawatiran beberapa Kabupaten/Kota jika dilaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka.

Bupati Lampung Barat saat menghadiri sebuah acara di Hotel Emersia Bandar Lampung menyampaikan secara langsung kepada Gubernur Lampung agar menunda kegiatan belajar siswa secara tatap muka hingga 2 Minggu kedepan.

“Kita harus sangat cermat dalam memberikan izin Pembelajaran Tatap Muka kepada Sekolah – sekolah di Kabupaten/Kota, karena di Provinsi Lampung dari 15 Kabupaten/Kota terdapat 1 Kota dengan status zona merah dan 14 Kabupaten dengan status zona oranye,” ungkap Sulpakar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengungkapkan bahwa untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka tidak hanya melihat Kabupaten tersebut berada di zona dan level saja.

“Tentunya pembelajaran pun tidak tatap muka penuh tetapi dengan blended, dalam arti ada waktunya bertatap muka dan ada waktunya mereka melakukan secara daring, melihat kapasitas yang bisa masuk sekolah itu hanya 50 persen dan yang lebih penting lagi perlu diketahui, kita harus juga memperhatikan zonasi, dimana beberapa Kabupaten baru saja lepas dari zona merah walaupun mereka berada di level 3 untuk PPKM,” lanjutnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, jumlah guru yang sudah mendapatkan vaksinasi di Provinsi Lampung sudah mencapai 50 persen, oleh karena itu Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berupaya memenuhi vaksinasi bagi tenaga pengajar dan guru agar dapat segera melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka.

Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengambil suatu kebijakan tentunya memperhatikan beberapa hal, tidak hanya syarat yang di berlakukan pada saat PPKM namun juga memperhatikan zonasi yang dilihat dari kondisi epidemiologi suatu daerah dilihat bagaimana angka positif rate-nya suatu Kabupaten tersebut dan juga rasio kontak eratnya, Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit, jumlah kasus positif dan jumlah kematian. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Plh. Gubernur Lampung Laksanakan Shalat Idul Adha 1445 Bersama Warga Masyarakat Bandar Lampung

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Plh. Gubernur Lampung Fahrizal Darminto bersama keluarga dan sejumlah Pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung melaksanakan Shalat Idul Adha 1445 H / Tahun 2024 di Lapangan Saburai, Enggal Bandar Lampung, Senin (17/06/2024).

Shalat Idul Adha 1445 H diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.

Plh. Gubernur Lampung Fahrizal Darminto dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Adha 1445 H kepada segenap jamaah Shalat Idul Adha yang hadir dan seluruh warga masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1445 H,” ucapnya.

Fahrizal Darminto mengatakan bahwa Idul Adha ini merupakan momen penting yang mengingatkan akan kesetiaan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dalam memenuhi perintah Allah SWT.

“Di tengah semaraknya hari raya ini, mari kita refleksikan makna yang terkandung di dalamnya. Idul Adha bukan hanya tentang berkurban secara fisik, tetapi lebih jauh dari itu, Idul Adha mengajarkan kita untuk berkurban dari hati, mengorbankan ego dan kesombongan, serta meningkatkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saling berbagi, memberikan bantuan, dan menyebarkan kebaikan adalah bagian dari nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Islam,” ajaknya.

Dengan peringatan Idul Adha, Plh. Gubernur Lampung berharap menjadi motivasi dan semangat bagi masyarakat untuk terus membangun Provinsi Lampung.

“Saya berharap peringatan Hari Raya Idul Adha mengilhami kita semua untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi insan yang berkualitas dan berkarakter dalam rangka mewujudkan pembangunan masyarakat dan daerah Provinsi Lampung yang kita cintai ini,” harapnya.

Fahrizal Darminto juga menyatakan bahwa kerukunan dan kebersamaan yang telah terjalin di Lampung merupakan modal besar untuk menjaga stabilitas dan kemajuan daerah.

“Keharmonisan dan kerukunan terjaga di Provinsi Lampung yang telah memungkinkan kita semua untuk merayakan ini dengan penuh sukacita dalam suasana yang aman dan tenteram,” lanjutnya.

Diakhir, Fahrizal Darminto juga berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Raya Idul Adha ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga hikmah keikhlasan dan pengorbanan Idul Adha senantiasa kita aktualisasikan dalam setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.

Pada pelaksanaan shalat Idul Adha 1445 H tersebut, bertindak selaku khatib Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung Puji Raharjo, dan selaku imam Ketua LP2M Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Mansur Mubarok. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading