Connect with us

Bandar Lampung

Eva Dwiana : PTM Terbatas di Bandar Lampung Sudah Berjalan Selama 3 Hari

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Bandar Lampung direncanakan berlangsung satu bulan kedepan. Untuk tetap menjaga kedisiplinan protokol kesehatan (Prokes) seluruh siswa kelas 9 dikukuhkan menjadi Satuan tugas (Satgas) Covid-19 sekolah. Rabu (15/9/2021).

Pengukuhan dilakukan langsung Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat meninjau SMP dan SD di Bandar Lampung, yang tengah melaksanakan PTM Terbatas.

“Semua siswa kelas 9 di seluruh SMP di Bandar Lampung sebagai Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing sekolahnya. Agar bisa saling mengingatkan kepada seluruh siswa untuk memperketat prokes, mengingat saat ini masih dilanda pandemi covid-19″. Ungkap Bunda Eva Dwiana.

Lanjut Bunda Eva, PTM terbatas di Bandar Lampung sudah berjalan selama tiga hari, hingga satu pekan mendatang. Namun melihat kegiatan belajar yang baik, PTM direncanakan berlangsung selama satu bulan kedepan. “Kalau tidak terjadi apa apa di sekolah, makan PTM akan kita lanjutkan secara normal”. Ungkapnya.

“Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung juga terus melakukan pemantauan disemua sekolah yang melaksanakan PTM. Semua sekolah yang PTM kita pantau terus, agar prokesnya tidak longgar”. Imbuhnya.

Salah satu guru di SMP Al Azhar Way Halim Ganda Irawan mengaku senang kegiatan PTM digelar. Selain baik bagi para murid, juga guru bisa mengetahui karakter anak didiknya. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Sidak Wamendagri, Bandar Lampung Siap Jadi Percontohan WFH ASN

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (10/4), guna memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya penerapan skema kerja fleksibel berbasis lokasi atau work from home (WFH).

Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Akhmad Wiyagus menegaskan, kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi antara work from office (WFO) dan WFH guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.

“Saya datang ke Lampung atas perintah Menteri Dalam Negeri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi kebijakan ini,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menjaga kualitas layanan meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah.

“Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket tetap beroperasi normal. Tidak ada pengurangan layanan, masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.

Wiyagus juga memastikan sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap beroperasi penuh dan tidak terdampak kebijakan WFH.

Menurutnya, kebijakan work from anywhere (WFA) bukan sekadar fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari transformasi besar birokrasi. Tujuannya antara lain meningkatkan efisiensi kerja ASN, menjamin pelayanan publik tetap optimal, serta mempercepat digitalisasi pemerintahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). “Ini tidak bisa dihindari, harus kita percepat,” tegasnya.

Ke depan, kata dia, evaluasi berkala akan terus dilakukan, termasuk terkait potensi penghematan listrik, air, hingga penggunaan kendaraan dinas. Dengan hasil sidak yang positif, Bandar Lampung dinilai siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintah daerah.

Sementara itu, Eva Dwiana mengaku kunjungan Wamendagri dilakukan secara mendadak dan menjadi momentum evaluasi bagi jajarannya.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot Bandar Lampung baru menerapkan WFH sebesar 20 persen. Namun, ke depan angka tersebut akan ditingkatkan secara bertahap. “Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading