Connect with us

Politik

Percepatan Vaksinasi, Sekjen Golkar Janji Bantu 46 Ribu Dosis Vaksin Untuk Lampung

Published

on

Foto: (kanan) Sekjen Lodewijk F Paulus saat diwawancarai awak media saat kegiatan vaksinasi DPD I Partai Golkar (Istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Jenderal (Sekien) Partai Golkar Lodewijk F Paulus menyebut bakal membantu Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempercepat proses vaksinasi dengan menyalurkan 46 ribu dosis vaksin lagi.

Hal ini disampaikan Lodewijk usai meninjau vaksinasi massal DPD I Golkar Lampung di Aula Golkar, Rabu (22/9/2021).

Lodewijk menjelaskan, angka vaksinasi di Lampung masih sangat rendah yakni baru terealisasi 16,24 persen atau 2.374.850 dosis dari target 14.614.497 dosis.

“Kami mengejar program kemitraan antara DPR RI dengan Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan vaksin khusus untuk Lampung, karena ini mendorong Lampung harus mencapai rasio angka 20 persen vaksinasi,” papar dia.

Seharusnya, tambah Lodewijk, Lampung harus mencapai angka vaksinasi 70 persen dari jumlah penduduk agar segera tercipta herd imunity. Namun, saat ini pihaknya menargetkan mengejar target 25 persen dulu.

“Untuk mengejar target 25 persen itu, dibutuhkan sedikitnya 241 ribu dosis vaksin. Jadi, hari ini sudah kami salurkan 1000 dosis, kemudian DPD Lampung mengajukan 10 ribu ke DPP, dan itu sudah ada di tangan,” ucap dia.

“Kemudian nanti akan ada tambahan dari program kemitraan sebanyak 35 ribu dosis vaksin, jadi total ada 46 ribu dosis khusus dari Golkar untuk masyarakat Lampung,” kata Anggota DPR RI Dapil Lampung I.

Nantinya, vaksinasi ini akan dilaksanakan masing-masing DPD kabupaten kota di Lampung secara bertahap. Ia sangat berharap vaksinasi ini bisa segera membuat perekonomian masyarakat bangkit.

“Selain itu, jika herd imunity sudah terbangun di masyarakat, maka masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, tapi tetap jangan lupakan protokol kesehatan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading