DPRD
Lesty Optimis Para Atlet Lampung Bakal Mendulang Mendali Dalam Perhelatan PON XX Papua
Alteripost.co, Bandarlampung-
Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang berlangsung di Papua sepertinya berjalan dengan lancar dan kondusif. Berbagai atlet dari Cabang Olahraga (Cabor) dari masing-masing daerah telah bertanding satu sama lain.
Tentunya pertandingan yang menjadi atensi masyarakat Lampung adalah Cabor Softball Putra dan Baseball Putra, kedua tim tersebut masing-masing masuk ke semifinal dan terus konsisten menjaga tren positif.
Kabar baik tersebut juga mendapat perhatian khusus dari anggota Komisi V DPRD Lampung Lesty Putri Utami. Ia optimis para atlet Lampung dari masing-masing Cabor bakal mendulang mendali dalam perhelatan PON XX Papua.
“Kita mendorong para atlet Lampung untuk terus memaksimalkan kemampuannya dan menjaga kepercayaan diri, harapannya mereka (atlet Lampung, red) dapat mendulang mendali di perhelatan PON XX Papua,” ucap Lesty sapaan akrabnya, Senin (27/09/2021).
Lanjut Srikandi PDI-Perjuangan Lampung tersebut, tren positif dari tim Softball Putra dan Baseball Putra Lampung berpeluang mendulang medali emas dalam perhelatan PON kali ini. Tentu hal itu pasti membuat bangga seluruh masyarakat Lampung.
“Jadi masing-masing Cabor-cabor yang berpeluang dalam mendulang mendali baik emas, perak atau perunggu, mesti kita dukung dan terus dimotivasi, jangan sampai mental mereka down. Ini yang saya wanti-wanti kepada coach dan manejemen masing-masing atlet,” paparnya.
Lesty juga berpesan, agar kepada Pemerintah baik Provinsi maupun masing-masing Kabupaten dan Kota, untuk serius dalam memperhatikan kesejahteraan bagi para atlet yang telah mengukir prestasi. Jangan sampai mereka sudah berjuang totalitas tapi atensi dari Pemerintah kurang.
“Ini juga yang kita wanti-wanti, jangan sampai para atlet ini telah totalitas dalam mengharumkan nama daerahnya, tapi atensi dari Pemda kurang. Hal ini harus kita antisipasi agar kesejahteraan bagi para atlet dapat terjamin,” tegas Lesty. (Gus)
DPRD
Lampung Menuju Provinsi Hijau, DPRD Dukung Transformasi Transportasi Taksi Listrik
Alteripost Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Lampung dalam mentransformasikan transportasi publik melalui kehadiran layanan taksi listrik ramah lingkungan di wilayah Bandar Lampung dan kawasan aglomerasinya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung, Naldi Rinara, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran, serta mewujudkan Provinsi Lampung sebagai daerah yang ramah lingkungan.
Namun demikian, DPRD Lampung menegaskan bahwa implementasi kebijakan tersebut harus sejalan dengan regulasi yang jelas, komprehensif, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi penting mengingat Provinsi Lampung diproyeksikan menjadi role model sebagai provinsi pertama di Pulau Sumatera yang menerapkan kebijakan transportasi publik berbasis kendaraan listrik.
“Regulasi yang mengatur secara menyeluruh sangat diperlukan agar masyarakat benar-benar dapat merasakan dan menikmati dampak dari kebijakan transformasi transportasi publik ini,” ujar Naldi, Rabu (14/1).
DPRD Provinsi Lampung, lanjut Naldi, siap menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran guna memastikan kebijakan taksi listrik berjalan sesuai dengan ketentuan hukum serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lampung.
Diketahui Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peluncuran layanan taksi listrik pada Ramadan 2026 sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi publik dan pengendalian polusi udara di wilayah perkotaan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyiapkan ekosistem pendukung, termasuk pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melalui kolaborasi dengan PLN dan pihak swasta. Saat ini, tercatat sekitar 44 unit SPKLU di Lampung dan ditargetkan meningkat menjadi 101 unit pada periode 2028–2029.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pengemudi taksi listrik berasal dari masyarakat lokal, dengan keterlibatan pengemudi perempuan minimal 30 persen. Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar manfaat ekonomi dari kebijakan ini dapat dirasakan langsung oleh daerah.(*)

