Connect with us

Lampung

Ketua PMI Provinsi Lampung Beserta Rombongan Launching Vaksinasi Covid-19 di Pringsewu

Published

on

Foto: Ketua PMI Lampung beserta jajarannya saat melaunching kegiatan vaksinasi di Pringsewu (istimewa)

 

Alteripost.co, Pringsewu-
Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal melakukan Launching kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh PMI Provinsi Lampung bekerjasama dengan PMI Kabupaten Pringsewu, bertempat di Hotel Urban, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (02/10/2021).

Launching vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pringsewu pada hari ini menandai dimulainya kegiatan vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan PMI Provinsi Lampung bekerjasama PMI di seluruh Kabupaten/Kota.

Ketua PMI Kabupaten Pringsewu, Dr. Fauzi, S.E., M.Kom. dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Ketua PMI Provinsi Lampung atas dukungannya.

Fauzi juga mengungkapkan bahwa kegiatan Vaksinasi Covid -19 yang dilaksanakan PMI Provinsi Lampung sangat membantu warga masyarakat.

“Masyarakat Pringsewu menyambut baik pelaksanaan kegiatan vaksinasi, kita bisa lihat dari antusiasme warga masyarakat yang mendaftarkan diri untuk divaksin,” kata dia.

Diungkapkan Fauzi bahwa di Kabupaten Pringsewu baru terdapat 20 persen masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin, hal tersebut dikarenakan ketersediaan pasokan vaksin.

Dalam kegiatan vaksinasi di Kabupaten Pringsewu, PMI Kabupaten Pringsewu berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat, TNI dan Polri, serta seluruh elemen pendukung lainnya.

Vaksinasi kali diberikan kepada 150 orang di Gadingrejo dan kampus STT Pringsewu sebanyak 500 orang.

Sementara itu dalam arahan dan sambutannya, Ketua PMI Provinsi Lampung mengapresiasi seluruh jajaran Pengurus PMI Kabupaten/Kota yang telah mempersiapkan kegiatan vaksinasi secara serentak oleh PMI Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung.

“Salah satu alasan kami menetapkan Pringsewu tidak terlepas dalam peran serta Kabupaten Pringsewu yang berperan serta aktif dalam penanganan Covid-19”, ucap Riana Sari.

Kunci terwujudnya keberhasilan penanganan Covid sangat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Diungkapkan Ketua PMI Provinsi Lampung, hingga tanggal 30 September 2021 warga masyarakat Lampung yang sudah divaksin baru sebanyak 21,71 persen (vaksin tahap pertama).

Riana juga mendorong percepatan vaksinasi dengan mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Lampung untuk mengikuti vaksinasi yang salah satunya dilaksanakan oleh jajaran PMI Kabupaten/Kota.

PMI Provinsi Lampung berperan serta aktif dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam upaya membantu Pemerintah Daerah dalam hal penanganan dan pencegahan Covid-19, maka PMI Provinsi Lampung bersama PMI kabupaten Kota berkomitmen untuk turut aktif dalam pelaksanaan vaksinasi yang menyentuh masyarakat hingga lapisan terbawah.

PMI Provinsi Lampung memberikan bantuan sebanyak 58.000 dosis vaksin untuk vaksin pertama dan kedua dalam rangkaian aksi vaksinasi Covid-19 di Provinsi Lampung.

“Saya berharap vaksinasi yang dilakukan pada hari ini dapat menyentuh masyarakat hingga tingkat bawah, yang memiliki keterbatasan,’ harapnya.

Perlu diketahui, dalam kegiatanvaksinasi Covid-19 oleh Ketua PMI Provinsi Lampung bersama jajarannya didampingi Ketua PMI Kabupaten Pringsewu dan jajaran pengurus PMI, di Hotel Urban yang diikuti warga masyarakat Pringsewu. Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global Bagi Generasi Muda

Published

on

Alteripoat Bandar Lampung – Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).

Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.

“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.

Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.

Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.

Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.

Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.

Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.

“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.

Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.

“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.

Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.

“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading