Connect with us

Lampung

Mengusung Tema Gebyar Vaksinasi, Komitmen PMI Lampung Akomodir Masyarakat Yang Ingin Divaksin

Published

on

Foto: jajaran pengurus PMI Lampung saat mengikuti kegiatan Gebyar Vaksinasi (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung membantu Pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat Provinsi Lampung yang ingin vaksin di Graha Wangsa Kecamatan Bumi Waras Bandarlampung, Rabu (6/10/2021).

Mewakili Ketua PMI Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Wakil Ketua Rudi Syawal menyampaikan bahwa pihaknya mengusung tema Gebyar Vaksinasi. Kegiatan yang dilaksanakan PMI Provinsi Lampung ini terbuka untuk masyarakat umum se-Provinsi Lampung, untuk tahap 1 ini pihaknya menyiapkan sebanyak 10.000 vaksin dosis pertama.

Lanjut Kepala BPBD Lampung tersebut, masyarakat agar memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk melakukan vaksinasi dengan mendaftarkan diri melalui Link Pendaftaran via Online di : https://bit.ly/pendaftaranvaksin_tahap1

Sedangkan untuk waktu Pelaksanaan vaksinasi adalah tanggal 6 Oktober 2021 sampai dengan tangal 9 Oktober 2021 bertempat di Gedung Graha Wangsa Jl. Yos Sudarso Nomor 272, Sukaraja, Bumi Waras, Kota Bandarlampung.

Sedangkan bagi warga masyarakat yang ingin melakukan Pendaftaran Offline disilahkan menggunakan format *Nama lengkap_Tempat&Tanggal lahir_NIK(KTP)_Alamat_No.Telp*

Setelah melakukan pengisian, data dapat dikirimkan Via Whatsapp ke nomor *CALL CENTER PMI : 0811-7979-972.

Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan secara langsung di Markas PMI Provinsi Lampung yang beralamat di Jl Hasanudin No.26 Telukbetung, Bandarlampung, untuk jadwal pelaksanaan vaksinasi akan dikirimkan melalui whatsapp.

Rudi juga menambahkan, hal yang menarik dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan PMI Lampung, adanya petugas dari Disdukcapil Provinsi. Petugas Disdukcapil tersebut akan membantu kepada penerima vaksin bila terdapat kesalahan indentitas bisa langsung diperbaiki. Sehingga identitas penerima vaksin tidak salah dan muncul di aplikasi Peduli lindungi.

Rudi berujar, Gebyar vaksinasi ini bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang. Gebyar vaksinasi PMI juga dilakukan PMI Kabupaten/Kota di Lampung. Secara bertahap PMI Lampung terus akan melakukan vaksinasi Covid-19 turut serta mensukseskan program vaksinasi pemerintah. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading