Ruwajurai
Dirut RSUDAM: Alhamdulillah, Persalinan Wagub Nunik Lancar dan Aman
Alteripost.co, Bandarlampung-
Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim atau biasa disapa Nunik mempercayakan proses kelahiran putranya kepada tim medis Rumah Sakit Umum DAERAH Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung di ruang perawatan Delima, Senin (06/12/2021).
Dalam siaran persnya, Direktur Utama (Dirut) RSUDAM dr. Lukman Pura, Sp.PD.,K-GH.,MHSM mengatakan bahwa proses persalinan Wagub Nunik dilakukan secara seksio sesarea (SC) yang ditangani langsung oleh tim medis yang terdiri dari dr Zulkarnaen Hussein, Sp.OG (K), dr Nurul Islamy, Sp.OG, dr Rodiani, Sp.OG, DR. dr Prambudi Rukmono, Sp.A (K) dan dr Leni Ervina, Sp.A (K), dr. Ari wahyuni. Sp.An, dr. Sriwahyuniati Purwaningsih. Sp.An.
Proses operasi seksio sesarea berjalan lancar, bayi berjenis kelamin laki-laki lahir pada pukul 08:45 WIB dengan berat 2780 gram dan panjang 45 cm dengan sehat dan selamat.
“Alhamdulillah, proses persalinan Wagub Nunik berjalan lancar. Bayi berjenis kelamin laki-laki lahir pada pukul 08:45 WIB dengan berat 2780 gram dan panjang 45 cm,” ucapnya. (Rls/Gus)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

