Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Djunaidi Salurkan Bantuan Baznas Untuk Seratusan UMKM

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung secara simbolis kepada 100 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) Se-Provinsi Lampung di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Rabu (12/01/2022).

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Baznas Lampung Drs. Abdurrahman Harun, M.Ag menerangkan bahwa bantuan yang diserahkan adalah Program Bantuan Baznas Tahun 2021 yang baru sempat disampaikan pada hari ini.

Adapun bantuan yang diberikan berupa dana usaha sebesar Rp.2juta bagi 100 pengusaha kecil atau UMKM di Lampung yang telah diseleksi oleh Baznas.

Dalam laporannya Abdurrahman Harun juga menerangkan bahwa pada tahun 2020 telah terkumpul dana sebesar 1.4 Milyar dari para muzakki dan telah disalurkan kepada nelayan berupa bantuan 1 Ton beras. Lalu untuk beasiswa bagi masyarakat yang terdampak covid-19 di 3 Perguruan Tinggi, Unila, UIN Lampung dan UBL.

Kemudian pada tahun 2021 dana dari para muzakki sebanyak 1.7 milyar, telah didistribusikan untuk alat kesehatan, paket sembako, tahfiz Al-Quran, UMKM serta untuk para mustahik yang membutuhkan.

Sementara itu Gubernur Lampung dalam arahannya menekankan agar uang yang telah dikumpukan dari para muzakki dapat disalurkan kepada orang-orang yang tepat dan jangan disalahgunakan.

Selain itu terkait rencana Program Kampung/Desa Baznas Lampung, Gubernur Arinal meminta kepada Baznas Lampung untuk segera dibuat paparan dan konsepnya.

“Segera dikoordinasikan dengan Baznas Kabupaten/Kota, Desa Baznas mau seperti apa, apakah desa ternak, pertanian atau seperti apa, harus ada konsepnya, biar kita juga bisa membantu,” ucap Gubernur.

Dengan adanya Desa Baznas menurut Arinal, selain dapat bermanfaat bagi kepentingan umat juga meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Apalagi jika dikolaborasikan dengan Kartu Petani Berjaya, tentu ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” tutup Gubernur. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

TPID Provinsi Lampung Siapkan Langkah Kongkrit Pengendalian Inflasi Hadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Jelang momen Bulan Suci Ramadhan dan Idulfitri 1445 H, Gubernur Lampung pimpin pelaksanaan High Level Meeting (HLM) dan Capacity Bulding TPID yang diikuti oleh Bupati/Walikota, jajaran TPID, akademisi, dan asosiasi pelaku usaha di Provinsi Lampung.

Kenaikan permintaan barang dan jasa selalu terjadi pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, kita harus bersinergi dalam pelaksanaan Strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif)” ucap Ir. H. Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung, pada kegiatan HLM TPID. Rabu (21/2/2024) di KPw BI Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung mendorong penguatan sinergi TPID se-Provinsi Lampung dalam kegiatan stabilitasi harga melalui sinergi menjaga kelancaran distribusi, serta optimalisasi infrastruktur dan instrumen daerah yang mendukung ketahanan pangan.

Ketersediaan bahan pangan pokok menjadi fokus utama substansi koordinasi yang disampaikan Gubernur Lampung, terutama komoditas beras yang tengah mengalami kenaikan harga. “Pasokan beras kita aman, bahkan tercatat surplus. Prioritaskan sinergi menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi di level kabupaten/kota, setidaknya sampai dengan panen raya”. Ujarnya.

Berdasarkan hasil temuan peninjauan langsung Gubernur Lampung bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan jajaran TPID Provinsi Lampung atas pasokan beras pada Jum’at, 16 Februari 2024. Torehan surplus sebagian besar komoditas bahan pangan di Provinsi Lampung juga disampaikan oleh Kepala DKPTPH Provinsi Lampung dan Kepala Bulog Divre Provinsi Lampung.

Langkah konkrit atasi isu kelangakaan dan kenaikan harga beras, Gubernur Lampung menghimbau, agar Bupati/Walikota, jajaran OPD dan instansi vertikal, serta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti Pergub no. 71 Tahun 2017 dan Surat Edaran tentang Pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah.

“Saya mohon tindakan segera dari Bupati/Walikota serta pihak terkait untuk mengawasi distribusi dan tata niaga, tindak tegas jika ada pelanggaran. Selain itu, optimalkan pendampingan kepada petani di tengah kondisi ketidakpastian iklim saat ini, serta perluas gerakan menanam komoditas pangan strategis”. Lanjutnya.

Menindaklanjuti substansi koordinasi yang disampaikan oleh Gubernur Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung memimpin kegiatan pemaparan analisis dan diskusi dalam pelaksanaan HLM TPID Provinsi Lampung. “Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Kepala BPS Provinsi Lampung telah mengupas data dan risiko-risiko inflasi menjelang periode HBKN Idulfitri 1445 H. Langkah strategis yang diusulkan juga sangat baik, kami optimis inflasi di Provinsi Lampung pada tahun 2024 tetap terjaga pada sasaran 2,5±1%”. Ucap Ir. Fahrizal Darminto, MA., Sekda Provinsi Lampung.

‘Optimalisasi layanan seluruh moda transportasi dan kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik juga mendukung kelancaran distribusi bahan pangan dan mobilisasi masyarakat, terima kasih atas upaya-upaya yang dilakukan oleh seluruh jajaran Polda Lampung dan OPD di Provinsi Lampung, juga kabupaten/kota”. Lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi Lampung juga melaksanakan diseminasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Lampung tahun 2024 pada sesi Capacity Building. “Setelah disampaikan perkembangan dan risiko inflasi dari sisi global hingga regional, pelaksanaan GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 diharapkan dapat memperkuateL eektivitas kegiatan pengendalian inflasi di Provinsi Lampung”. Ucap Junanto Herdiawan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung. GNPIP Provinsi Lampung tahun 2024 mengusung tema “Pengendalian Inflasi yang Forward Looking dan Berbasis Risiko”, dengan 3 sinergi program a.l.(i) pengendalian inflasi yang disertai Penguatan Rantai Pasok Domestik; (ii) hilirisasi pangan di sisi hulu dan hilir berbasis best agricultural practices; dan (iii) penguatan awareness dan kapabilitas TPID. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading