Connect with us

Lampung

penggunaan Rooftop di Pemprov Lampung Mulai Berjalan, Upaya Meminimalisir Gas Efek Rumah Kaca

Published

on

Foto: pemasangan Rooftop di beberapa OPD di Lingkup Pemprov Lampung

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Indonesia berkomitmen melanjutkan pembangunan nasional berwawasan lingkungan. Pembangunan perekonomian dipacu terus meningkat, tetapi dengan berupaya seoptimal mungkin menekan laju pertumbuhan emisi gas rumah kaca. Pemerintah Indonesia juga telah berkomitmen dengan Dunia untuk menurunkan emisi Carbon yang tertuang dalam Paris Agrement.

Sebagai bentuk dukungan untuk program Pemerintah Pusat tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dari tahun 2019 mulai meminimalisir gas efek rumah kaca. Upaya tersebut dibuktikan dengan penggunaan listrik yang bersumber dari Pembangkit Listrik yang ramah lingkungan (go green). Adapun wujud nyata yang telah dilakukan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Lampung. Hal tersebut diutarakan Plt Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung Drs Hery Sadli MH Rabu (12/01/2022).

Hery sapaan akrabnya mengatakan, Pemprov Lampung sejak 2019 sampai 2021 telah membangun delapan PLTS Rooftop yang bersumber dari Dana APBN. Tiga telah dioperasikan dan lima lainnya mulai dioperasikan di awal tahun 2022.

“Tiga OPD yang PLTS Rooftopnya telah dioperasikan, yaitu Dinas ESDM, Bappeda dan Rumah Sakit Abdul Moeloek. Lima lainnya yang beroperasi di awal tahun 2022, yaitu Sekretariat DPRD Provinsi Lampung, Dinas PM&PTSP, Dinas BMBK, BPKAD, dan Rumah Sakit Abdul Moeloek ,” kata dia.

Untuk tahun 2022 ini, Pemprov Lampung akan kembali membangun dua PLTS Rooftop yang bersumber dari Anggaran APBN melalui Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.

Lanjut Heri, penerapan PLTS Rooftop ini sejalan dengan program Pemerintah Pusat dan instruksi dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam upaya meminimalisir gas efek rumah kaca.

“Sejalan dengan program Pemerintah Pusat dan sesuai arahan dari Gubernur Arinal, kita mulai menerapkan penggunaan PLTS Rooftop di beberapa OPD. Selain sebagai upaya meminimalisir gas efek rumah kaca, juga menjadi bentuk komitmen kita dalam penghematan energi dan sumber daya mineral,” pungkasnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

RSUDAM Ukir Capaian Baru, Pengembangan Layanan Melalui Tindakan DSA

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung mengukir capaian baru dalam pengembangan layanan kesehatan dengan melaksanakan tindakan neurointervensi Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk pertama kalinya di Provinsi Lampung.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya RSUDAM memperkuat layanan medis spesialistik berbasis teknologi modern, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan dan penanganan gangguan pembuluh darah sesuai indikasi medis.

Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM., mengatakan pengembangan layanan spesialistik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kapasitas rumah sakit sebagai pusat rujukan kesehatan di Lampung.

“Tentunya, saya berharap pengembangan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, sekaligus mendukung tersedianya layanan medis yang lebih komprehensif di daerah, khusus di RSUDAM,” kata Lukman, Jumat (23/10/2026).

DSA Dukung Pemeriksaan Pembuluh Darah

Digital Subtraction Angiography (DSA) merupakan teknologi pencitraan medis yang digunakan untuk menampilkan pembuluh darah secara terperinci dengan bantuan zat kontras dan pemrosesan citra digital.

Teknologi ini membantu dokter mengidentifikasi kelainan pembuluh darah dan menentukan pendekatan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan serta kondisi klinis pasien.

Dengan hadirnya layanan neurointervensi DSA, masyarakat Lampung diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan diagnostik dan intervensi pembuluh darah tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah.

Meski demikian, pelaksanaan tindakan tetap bergantung pada hasil evaluasi medis, indikasi klinis, serta kesiapan fasilitas dan tim yang menangani pasien.

Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem pelayanan rujukan yang mengintegrasikan teknologi kedokteran, kompetensi tenaga medis, tata kelola, dan penerapan standar keselamatan pasien.

Didukung Tim Dokter Spesialis

Pelaksanaan neurointervensi DSA di RSUDAM didukung kolaborasi dokter spesialis neurologi dan bedah saraf, serta tenaga ahli dari RS Pleni Jakarta.

Tim medis yang terlibat terdiri atas:

dr. Alfi Rizky Medikanto, M.Sc., Sp.N., AIFO-K., FINA., dr. Izza Ayudia Hakim, Sp.N., AIFO-K., FISQua., FINA.; dr. Muhammad Yunus, Sp.BS., Fis., M.Kes.; dan dr. Fritz Sumantri Usman, Sp.N., Subsp. NIIOO(K)., FINS., FINA., dari RS Pleni Jakarta.

Kolaborasi lintas keahlian tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pengembangan layanan berteknologi tinggi.

Selain mendukung pelaksanaan tindakan, kerja sama ini juga membuka ruang penguatan kapasitas profesional tenaga medis dalam memberikan pelayanan sesuai kebutuhan klinis pasien.

Perkuat Layanan Rujukan di Lampung

Pengembangan neurointervensi DSA merupakan bagian dari langkah berkelanjutan RSUDAM dalam meningkatkan layanan unggulan, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana kesehatan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis spesialistik, rumah sakit rujukan dituntut terus mengembangkan kemampuan klinis dan meningkatkan akses terhadap teknologi kedokteran yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Melalui pengembangan layanan ini, RSUDAM berupaya memperkuat perannya dalam sistem pelayanan kesehatan rujukan di Provinsi Lampung.

Ke depan, pengembangan layanan spesialistik diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dengan mengutamakan profesionalisme, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen RSUDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Lampung. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading