Lampung
BSI Ingin Turut Berkontribusi Dalam Membangun Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Lampung, menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, salah satunya pada sektor kesehatan.
Keinginan tersebut dijelaskan Area Manager BSI Lampung Habiburrahman, ketika melakukan audensi dengan Pemprov Lampung yang diterima Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto, diruang Kerja Sekda, Kamis (13/01/2022).
Sekdaprov Fahrizal Darminto, yang dalam kesempatan tersebut menyambut baik keinginan kerjasama BSI untuk bersama-sama membangun Provinsi Lampung.
“Lampung Berjaya semakin cepat terwujud apabila semua pihak terlibat dalam pembangunan,” kata Sekdaprov.
Tim dari Bank Syariah Indonesia yaitu Habiburrahman selaku area Manager BSI lampung, Erwin Predi Harahap (Branch Manager), Ari leonardo (Munding Manager) dan Ridwan (Wolsel Manager).
Dalam kesempatan tersebut, Habiburrahman menyampaikan keinginan pihak BSI untuk menjalin kerja sama dengan Pemprov Lampung, yakni ikut serta membangun Lampung, salah satunya di sektor kesehatan dengan menyalurkan bantuan infrastruktur ke rumah sakit yang ada di Lampung.
Habiburrahman menambahkan, saat ini unit Rumah Sakit di Lampung masih terpaku pada RSUD Abdul Moeloek. Ke depan BSI berharap tidak hanya RSUD Abdul Moeloek saja sebagai titik terakhir rujukan pasien, tetapi rumah sakit lainnya juga bisa memberikan fasilitas pelayanan yang baik untuk pasien.
“Jika alat-alat kesehatan dan infrastruktur memadai, rumah sakit lain juga bisa memberikan fasilitas pelayanan yang baik, ” Kata dia.
Diakhir audiensi BSI menyerahkan cinderamata kepada Sekda sebagai tanda Pengenalan BSI kepada Pemprov Lampung. (Rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

