Lampung
Audiensi Dengan Sekdaprov, SMSI Terus Perkuat Sinergitas Pemprov Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, audensi dengan Sekdaprov Lampung, Senin (17/01). Silaturahmi ini sebagai bentuk sinergitas antara pemilik media online dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk memberikan edukasi yang baik pada masyarakat.
Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Farizal Darminto yang didampingi beberapa kepala dinas, asisten dan pejabat teras Pemprov Lampung mengatakan, komunikasi ini sangat penting, tanpa ada komunikasi yang baik akan ada ketersumbatan informasi.
“Semua diawali dengan komunikasi yang baik agar tidak ada ketersumbatan informasi. Misi kita sama mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucapnya.
Ketua SMSI Lampung, Donny Irawan memaparkan visi misi dan program SMSI untuk Pemprov Lampung. Pemilik media online saibumi.com inipun mengajak pemilik media online yang sudah berbadan hukum untuk bergabung di SMSI. Saat ini anggota SMSI Lampung yang sudah terdata ada 178 media online, SMSI juga sudah menjadi konstituen Dewan Pers.
Donny juga mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan pemprov Lampung, untuk memberikan edukasi yang baik pada masyarakat, dengan menjembatani informasi antara pemerintah selaku pemangku kebijakan dan masyarakat.
“Kami juga ingin mengadakan diskusi publik antara Pemprov Lampung dan para narasumber yang berkompeten. Mungkin dua bulan atau tiga bulan sekali,” ucapnya.
Ketua pelaksana diskusi publik SMSI, Deni Kurniawan mengatakan, dalam waktu dekat SMSI Lampung akan mengadakan diskusi publik pada 19 Januari 2021 mendatang dengan tema ‘Mau Di bawa Ekonomi Lampung”
Diskusi ini akan menghadirkan banyak narasumber yang paham akan masalah ekonomi, baik dari unsur pemerintah, pengusaha, swasta, akademisi dan lainnya.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat lewat diskusi publik,” imbuhnya. (rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

