Connect with us

DPRD

Sosialisasikan PIP dan WK, Mirza Dorong Kaum Milenial Berperan Bukan Baperan

Published

on

Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat melangsungkan kegiatan Sosialisasi PIP dan WK

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Dalam mencegah dan menangkal Paham-paham radikal berkembang di tengah masyarakat. Setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung melangsungkan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP& WK) di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil).

Seperti yang dilakukan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia turut mengadakan kegiatan sosialisasi PIP dan WK yang dihadiri ratusan mahasiswa-mahasiswi yang tersebar dari berbagai elemen kampus di Bandarlampung, yang berlangsung di Kecamatan Rajabasa, Sabtu (29/01/2022).

Di hadapan peserta yang hadir, Mirza sapaan akrabnya mengatakan bahwa perjuangan para pendahulu bangsa dalam memerdekakan Indonesia dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Perjuangan para pendahulu bangsa dalam memerdekakan negara ini bukan perkara mudah. Jadi harus kita petik hikmah dan menjadi pembelajaran bagi kita semua, untuk menjaga keutuhan NKRI ini,” kata Sekertaris Komisi V DPRD Lampung tersebut .

Mirza pun mendorong kaum milenial agar turut serta berperan dalam menangkal Paham-paham radikal agar tidak berkembang.

Menurutnya, pemuda dan pemudi saat ini
adalah generasi penerus bangsa, sehingga harus memiliki pemikiran yang kritis, serta komitmen dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Sehingga tidak hanya melulu Bawa Perasaan (Baperan) atau gampang tersinggungan yang akhirnya dapat memecah belah satu sama lain.

“Kita mendorong kaum milenial sebagai generasi penerus bangsa, berperan bukan baperan, ambil peran masing-masing dalam menangkal Paham-paham radikal agar tidak berkembang,” pungkas Mirza. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DPRD

DPRD Lampung Minta Penggunaan Jebakan Tikus Berlistrik Dihentikan Setelah Makan Korban Jiwa

Published

on

Alteeipost Bandar Lampung – Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Gerindra, Mikdar Ilyas, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dua warga Dusun Rejomulyo, Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, yang diduga tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan.

Korban diketahui bernama Enok (63) dan anaknya, Darmi (35). Keduanya ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar, keduanya diduga tersengat aliran listrik yang dipasang sebagai jebakan tikus di sawah milik Edi Apriawan alias Juna (41).

Mikdar Ilyas menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan manusia.

“Atas nama Komisi II DPRD Provinsi Lampung, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Mikdar, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, meskipun pemilik sawah mengetahui adanya aliran listrik yang dipasang, masyarakat atau orang lain yang melintas belum tentu mengetahui keberadaan jebakan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Karena itu kami mengimbau seluruh petani agar tidak lagi menggunakan aliran listrik sebagai perangkap tikus. Cara seperti ini sangat berbahaya dan berisiko memakan korban,” tegasnya.

Mikdar menjelaskan, pemerintah melalui Dinas Pertanian telah menyediakan alternatif pengendalian hama tikus berupa bantuan obat pembasmi tikus. Bantuan tersebut dapat diakses melalui Dinas Pertanian kabupaten dengan berkoordinasi bersama Dinas Pertanian Provinsi Lampung.

Ia mendorong para petani, terutama yang membutuhkan dan kurang mampu, agar memanfaatkan fasilitas tersebut sehingga tidak lagi menggunakan metode yang membahayakan keselamatan.

“Silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Ada bantuan obat pembasmi tikus yang memang disiapkan pemerintah untuk membantu petani, terutama yang kurang mampu,” katanya.

Di sisi lain, Mikdar mengakui serangan hama tikus saat ini menjadi persoalan yang dikeluhkan petani di berbagai daerah di Lampung. Menurutnya, masalah tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Provinsi Lampung.

“Kami banyak menerima keluhan dari petani padi, jagung hingga singkong. Serangan tikus sudah sangat luar biasa dan ini akan kami bahas bersama dinas terkait, termasuk dalam pembahasan anggaran,” ujarnya.

Ia juga memastikan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Fraksi Gerindra di DPR RI agar diteruskan kepada Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat memperkuat program pengendalian hama tikus sehingga mampu mencegah gagal panen sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

“Masalah hama tikus ini tidak bisa dianggap sepele. Dampaknya besar terhadap hasil panen petani dan target ketahanan pangan. Karena itu perlu penanganan yang serius dari semua pihak,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading