Connect with us

Ruwajurai

Pj Bupati Tulang Bawang Barat, Diprediksi Bakal Pikul Beban Berat

Published

on

Foto: Komplek Kantor Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Beberapa bulan lagi sebagian Bupati di Provinsi Lampung berakhir masa jabatannya, seperti di daerah Tulang Bawang Barat (Tubaba), Pringsewu, dan Mesuji pada 22 Mei 2022 Kursi kepala Daerahnya kosong. Kekosongan itu bakal diisi oleh Pejabat Eselon II di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Sesuai regulasi, penunjukan beberapa Pejabat Eselon II menjadi Pj Bupati itu merupakan hak prerogatif Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung.

Namun, belakangan ini sedang ramai terdengar kabar konflik agraria yang sedang terjadi di Kabupaten Tubaba, di mana masa jabatan Bupati dan Wakil Bupatinya juga sebentar lagi berakhir.

Informasinya, ketegangan tersebut diakibatkan adanya sengketa yang menimbulkan bentrok antara masyarakat Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan PT. Huma Indah Mekar (HIM) di Panumangan, Kabupaten Tubaba.

Sengketa yang belum menemukan titik terang, tentunya membuat potensi konflik tersebut bakal berlanjut dan kemungkinan terburuknya makin meluas.

Terlepas dari itu semua, diprediksi beban berat bakal menanti Pejabat Eselon II yang bakal ditunjuk menjadi Pj Bupati Tubaba. Harapannya Gubernur Arinal jangan sampai menunjuk sosok yang salah, tapi harus dipastikan orang yang ditempatkan sebagai Pj Bupati Tubaba memiliki kredibilitas, integritas dan kemampuan yang mempuni. Hal tersebut diutarakan Pengamat Kebijakan Publik Dedi Hermawan, Senin (07/03/2022).

“Untuk posisi Pj Bupati Tubaba, selain kaya pengalaman, dibutuhkan juga sosok yang mengenal situasi dan kondisi daerah itu sendiri. Selanjutnya, mesti memiliki kepiawaian dalam menangani, serta menyelesaikan konflik-konflik sosial dan agraria yang tengah terjadi. Dan tak kalah penting adalah mempunyai kemampuan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan Konflik itu sendiri.”

“Kriteria tersebut menjadi indikator yang sangat penting untuk Gubernur Arinal dalam memilih sosok yang bakal menjadi Pj Bupati Tubaba, karena seorang Kepala Daerah mesti memiliki kemampuan mencegah agar konflik tidak meluas yang dampaknya bakal mengganggu pembangunan dan roda perekonomian di daerah tempat ia diberikan amanah,” pungkas Dedi sapaan akrabnya.

Perlu diketahui, konflik agraria antara Masyarakat Adat Lima Keturunan Bandar Dewa dengan PT HIM di Kabupaten Tubaba rupanya telah terjadi bertahun-tahun tak kunjung menemui titik terang hingga mengakibatkan konflik horizontal pada Rabu (2 Februari 2022) kemarin, kejadian itu harus ditangani dengan adil seadil-adilnya.

Sebab, chaos yang terjadi pada hari itu yang terlihat kerusuhan antara Satuan Pengamanan (Satpam) Perusahaan dengan Massa dari masyarakat Adat Lima Keturunan Bandar Dewa yang mana, kedua belah pihak yang bertikai ini rupanya masih memiliki hubungan persaudaraan yang masih kental. Hanya saja, keduanya sama-sama mempertahankan hak dan kewajiban mereka.

Artinya, semua pihak yang berwenang untuk segera merespon persoalan ini dan mengambil langkah yang arif serta bijaksana. Sebab, pihak Satpam mempertahankan hak perusahaan yang wajib mereka lindungi. Sementara masyarakat Adat Lima Keturunan Bandar Dewa juga hendak memperoleh hak yang sama selaku penuntut. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading