Ruwajurai
Ratusan Karateka Inkado Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat
Alteripost.co, Lampung Selatan-
Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Karate-do (Inkado) Provinsi Lampung menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat ujian yang diikuti sekitar 500 karateka yang berasal dari Pengkab/Pengkot Inkado se-Lampung, yang berlangsung di Lapangan terbuka Pondok Pesantren (Ponpes) Alfatah, Kecamatan Natar Lampung Selatan, Minggu (20/2/2022).
Dalam siaran persnya, Plt. Ketua Harian Pengprov Inkado Lampung Dwi Hananto SH (DAN V), yang juga sebagai Ketua Pelaksana Ujian ini mengatakan, ujian kenaikan tingkat Kyu ini merupakan kegiatan rutin dari Pengprov Inkado lampung per semester sebagai bahan untuk mengevaluasi. Mulai dari latihan para karateka, dan untuk meningkatkan kemampuan para karateka itu sendiri
Selain itu, kata Dwi, ujian kenaikan tingkat ini untuk membina mental para karateka menjadi pribadi yang tangguh dan bermental juara.
Lanjutnya, UKT ini ajang untuk mencari bibit-bibit karateka yang berpotensi dan juga mengevaluasi persiapan karateka menghadapi berbagai kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional, ‘ujarnya.
Dwi berharap kepada para pelatih disetiap dojo yang ada di 15 Kabupaten/Kota agar benar-benar menyiapkan para karatekanya sebaik mungkin.
“Saya ingin pelatih di setiap dojo membina karateka yang handal dan mampu menguasai teknik-teknik, mampu menjadi unggulan baik ditingkat perguruan Inkado, maupun Forki, ‘kata Dwi.
Dwi menjelaskan, tidaklah mudah untuk menjadi seorang karateka yang handal dan ber Prestasi, Selain harus memperbanyak latihan.
Mental juara dan fisik yang kuat harus dimiliki setiap seorang karateka.. Karate ini merupakan olahraga yang membutuhkan fisik yang kuat. Jadi melalui ujian kenaikan tingkat ini setiap karateka diharapkan harus mampu memperbaiki setiap kekurangan yang mereka miliki
“Saya ingin setelah Ujian ini seluruh karateka yang ada di Provinsi Lampung bisa menjadi karateka yang tangguh dan menjadi juara” Tegas Dwi Hananto SH yang juga penyandang DAN V karatedo ini.
Ketua Tim penguji Ujian Kenaikan Tingkat Tahun 2022 di antaranya, Sumono Rahmat (DAN V) dan anggotanya adalahYuli Saptoro (DAN V,)Dwi Hananto SH (DAN V) Doni Satria Laksana (DAN II), dan dibantu masing-masing pelatih di setiap dojo. rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

