Connect with us

Nasional

Penyaluran DAK Fisik Tercepat, Gubernur Arinal Kembali Diganjar Penghargaan

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost, Bandarlampung-Gubernur Arinal Djunaidi kembali menerima Penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Dengan Kategori Penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tercepat Tahun 2021, dengan Predikat Terbaik ke III Tingkat Provinsi dari Kementerian Keuangan, Jumat (8/4/2022).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung, Muhammad Dody Fachrudin, menyerahkan penghargaan tersebut dan diterima Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, di Mahan Agung.

Gubernur Arinal Djunaidi dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diraih. Menurutnya , apabila terjadi kekeliruan dalam tatakelola anggaran akan berdampak panjang, untuk itu Gubernur meminta DJPb kedepan agar tetap memberikan perhatian dan masukan.

Selain itu Gubernur Arinal meminta, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk menyosialisasikan semua Dinas bergegas untuk mendapatkan DAK, karena Pemerintah Pusat memberi hak yang sama pada Daerah. Tapi besar kecilnya tergantung kreativitas Daerah.

Di sisi lain, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bandar Lampung, Darmawan, mengatakan, Provinsi Lampung mendapatkan pengakuan sebagai penyaluran tercepat penyaluran DAK Fisik Tahun 2021.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan sinergi yang sangat baik, antara BPKAD dengan OPD lain sebagai user DAK, seperti Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan lainnya. Juga komunikasi kepada Inspektorat sebagai pengendalian internal.

Di APBN, tambah Darmawan, istilahnya bukan belanja langsung dan belanja tidak langsung tetapi belanja pegawai dan belanja modal. “Terkait komposisi belanja pegawai lebih tinggi dibanding belanja modal, di kami juga begitu,” Kata dia.

Ia menyebut, belanja tidak langsung lebih kecil dari belanja langsung itu bisa diambil dari DAK ini untuk infrastruktur. Karena dak ini sifatnya berupa usulan, terutama untuk DAK yang sifatnya reguler.

Kalau belanja infrastrukturnya kurang, bisa mengusulkan DAK yang sifatnya reguler, ke Kementerian yang sifatnya teknis kemudian nanti diusulkan ke Kementerian Keuangan. Lalu dikaji oleh Kementrian dan Lembaga Teknis berdasarkan kelayakan nanti bisa disetujui oleh Kementerian Keuangan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung, Muhammad Dody Fachrudin dalam kesempatan itu mengatakan, Lampung diberikan penghargaan karena Percepatan penyaluran dan penyalurannya termasuk eksekusinya tercepat, sejalan dengan arahan Presiden.

Sementara Kepala BPKAD Marindo menjelaskan, sejak awal draft dan pencairan, Gubernur Arinal sangat konsen perihal tersebut. Bahkan kaitannya dengan dokumen keuangan menjadi prioritas untuk diselesaikan.

Terkait percepatan realisasi anggaran OPD yang memiliki dana DAK didorong untuk lebih cepat dalam melaksanakan proses lelang tender dan pelaksanaan di lapangannya.

Sebenarnya OPD-lah yang berbuat, sehingga mereka cepat dalam merealisasikan belanjanya lalu pelaporannya. DAK 3 tahap direalisasikan dalam 1 tahun anggaran dan alhamdulillah Lampung tercepat mulai dari awal tahap pertama sampai terakhir dalam merealisasikan DAK ini.

“Semoga prestasi ini kedepan dapat dipertahankan berkat dorongan Bapak Gubernur kepada OPD pelaksana DAK,” Kata Marindo.

Realisasi DAK ini juga berdampak pada realisasi serapan anggaran. Pada akhir tahun lalu mendagri menyampaikan, lampung urutan kedua realisasi belanja dan realisasi pendapatan pun sudah mencapai 99 persen.

Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum, Kepala BPKAD, Kepala Bapenda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung Muhammad Dody Fachrudin, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bandarlampung Darmawan. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Lewat Webinar Merajut Nusantara, Lodewijk Ingatkan Masyarakat Tak Sembarangan Menyebarkan Data Pribadi di Medsos

Published

on

Foto: Wakil Ketua DPR RI H. Lodewijk F Paulus saat melangsungkan Webinar

 

Alteripost.co, Jakarta-
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung I Letjen TNI (pur) H. Lodewijk F Paulus, bersama Kementerian Kominfo kembali menggelar Webinar Merajut Nusantara yang diikuti oleh ratusan Sahabat Lodewijk, Kamis (19/5/2022).

Webinar yang mengangkat tema Menjaga Privasi dan Keamanan Data Pribadi di Dunia Digital tersebut, menghadirkan narasumber H. Lodewijk F Paulus, Freddy Tulung (Praktisi Kehumasan dan Komunikasi Publik) dan Dr. Si. Dedi Darwis, M.Kom (Dosen Universitas Teknokrat Indonesia), dengan moderator Reyni Fransiska.

Dalam kesempatan tersebut, Lodewijk F Paulus membahas pentingnya Pelindungan Data Pribadi di Era Digital.

Lanjut Wakil Ketua DPR RI tersebut, Karena di era digital ini banyak sekali kejahatan yang memanfaatkan data pribadi sehingga perlu dilindungi. Namun banyak masyarakat yang belum paham, bahwa data pribadi rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Perlindungan data di Indonesia saat ini masih lemah, mengakibatkan maraknya kebocoran data. Terbukti dengan sering terjadinya kasus kejahatan siber, seperti hacking (peretasan) maupun cracking (pembajakan) Media Sosial (Medsos) yang berujung pada pembobolan data pribadi, pemerasan hingga penipuan daring,” kata Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar tersebut.

Untuk itu, kata dia, masyarakat harus berhati-hati dalam memberikan informasi yang ranahnya pribadi ketika berselancar di dunia maya atau Medsos.

“Upaya sederhana yang bisa kita lakukan saat ini adalah dengan berhati-hati dan tidak sembarangan dalam menyebarkan Data-data pribadi kita di dunia maya,” ucapnya.

Sementara itu, dosen Universitas Teknokrat Indonesia Dedi Darwis memberi kuat jitu Berperilaku Aman di dunia online. Ada lima hal yang perlu dilakukan yaitu; Selalu menghindari postingan data atau informasi pribadi, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah/sekolah dan nomor telepon.

Mengingat dan menyimpan password untuk diri sendiri. Usai online, pastikan selalu log off. Lalu waspada jika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal. Patuhi batasan umur yang telah ditetapkan di situs media sosial.

Dedi Darwis juga Wakil Dekan FTIK ini memberi kuat bagaimana cara meningkatkan “Scurity Awareness”. Dengan cara, literasi digital, bijak dalam menggunakan WiFi saat bertransaksi, menjaga etika ketika menggunakan Sosmed.

Lalu bagaimana cara mengamankan data digital, Dedi Darwis menyampaikan setidaknya ada enam langkah untuk mengamankan data digital yaitu; tidak menginstal sembarang aplikasi. Bijak dalam menggunakan vifi, tidak sembarang klik situs yang tidak kenal, memastikan terenkripsi, gunakan password yang sulit ditebak dan scrurity Awareness. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading