Lampung
Upaya Pemprov Lampung lakukan Pemulangan Terkait 11 WNI yang Terlantar di Turki Menuai Apresiasi
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus melakukan upaya untuk memulangkan 11 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Lampung yang terlantar di Turki.
Dari informasi yang dihimpun, empat dari 11 WNI tersebut sedang dalam proses pemulangan. Sehingga pada waktu dekat ini mereka dapat kembali berkumpul dengan sanak keluarga.
Adapun WNI yang bakal dipulangkan pada tanggal 24 April 2022, sebagai berikut
1. Muhammad Ikwanatul Muslimin. Alamat dusun VI rt/rw 014/003 Desa Rukti Sedya, Kec. Raman Utara, Kab. Lampung timur.
2. Bambang Kurniawan, Dusun VI rt/RW 014/003 desa Rukti Sedya, Kec Raman Utara, Lampung Timur.
3. Imam Taufik Winata, Gedung Ratu, Pulung Kencana, Tulang Bawang Barat.
4. Yuli Winata, Kota Way, Dusun Talang Blimbing, Kota Way Kasui, Way Kanan.
Di sisi lain, anggota Komisi V DPRD Lampung Budhi Condrowati mengapresiasi langkah dan upaya Pemprov Lampung melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) beserta Stakeholder terkait, untuk memulangkan 11 WNI asal Lampung tersebut.
“Kita apresiasi langkah dan upaya Pemprov Lampung beserta Stakeholder terkait, dalam memulangkan 11 WNI asal Lampung yang terlantar di Turki,” kata Condro sapaan akrabnya, Rabu (20/04/2022).
Lanjut Condro, dari data dan keterangan yang ia dapat, dalam proses pemulangan 11 WNI, pada pekan depan ada empat WNI yang akan dipulangkan ke daerah asalnya.
Ia pun berharap, agar dalam waktu dekat ini kesemua 11 WNI asal Lampung dapat kembali ke daerah asalnya. Sehingga mereka dapat kembali berkumpul dengan sanak keluarga masing-masing.
“Semoga 11 WNI dapat segera kembali ke sanak keluarga mereka masing-masing,” harap Srikandi PDI-Perjuangan Lampung tersebut.
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, akan melakukan proses penyelidikan terkait kasus yang menimpa 11 masyarakat Lampung yang terlantar di Istanbul, Turki.
“Kami akan melakukan proses penyelidikan dari kasus ini, karena negara hadir untuk melindungi warga negaranya sebagai pekerja migran Indonesia di luar negeri,” kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers di Kantor BP2MI bersama Kepala UPT BP2MI, Ahmad Salabi dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Lampung diwakili Kabid Penta Budi Setiawan.
Pandra melanjutkan, proses penyelidikan tidak terlepas dari perlindungan hukum berdasarkan Undang-undang nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.
Hingga saat ini, lanjut dia, sebanyak 11 orang tersebut telah dikonfirmasi oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan dalam keadaan sehat.
“Berkat koordinasi BP2MI termasuk Dinas Tenaga Kerja mereka sedang dalam perlindungan konsultan jenderal (Konjen) RI di istanbul, Turki. Haarapan kita 11 orang tersebut kembali dengan selamat ke Indonesia dan dapat berkumpul bersama keluarganya,” kata dia.
Pandra menambahkan kepada masyarakat jika menemukan kejanggalan dalam keberangkatan masyarakat Lampung agar segera melapor baik kepada kepolisian, BP2MI, dan Disnaker.
“Informasi itu setidaknya dapat meminimalisir masyarakat yang berangkat secara ilegal,” kata dia lagi.
Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi menambahkan, pihaknya akan segera mengusahakan kepulangan 11 orang Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut. Sejauh ini pihaknya telah koordinasi dan 11 orang WNI tersebut dalam keadaan sehat.
“Empat orang rencananya akan pulang ke Indonesia pada hari minggu mendatang. Lainnya akan menyusul,” katanya.
Dirinya berharap kepada pihak kepolisian khususnya Polda Lampung untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan menindaklanjuti adanya sponsor atau biro jasa yang secara ilegal memberangkatkan pekerja migran.
“Ke depan kita harapkan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Jika ingin bekerja ke luar negeri diharapkan agar melakukan koordinasi khsusnya kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/kota agar dapat mengetahui negara mana yang menerima pekerjaan,” katanya lagi
Sebelumnya, 11 orang masyarakat Lampung yang berada di Turki meminta pemerintah memulangkan mereka ke tanah air.
11 orang masyarakat Lampung tersebut di antaranya sembilan orang warga Lampung Timur, satu orang warga Way Kanan, dan satu orang warga Tulangbawang Barat.
Mereka bisa berada di Turki untuk keperluan bekerja di Polandia. Dari penjelasan yang di dapat, mereka transit dahulu di Turki dalam rangka mengurus dokumen kerja ke Polandia. Namun, karena sejumlah persyaratan dokumen dari negara Polandia yang tidak bisa dilengkapi, sehingga mereka tetap berada di Turki. (Gus/rls)
Lampung
Gubernur Lampung Soroti Peran Strategis Sumbagsel dalam Peta Pembangunan Nasional
Alteripost Palembang – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Halal Bihalal Masyarakat Perantau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang digelar di Griya Agung, rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menjadi simbol komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mempererat sinergi dan kolaborasi antardaerah di wilayah Sumbagsel.
Usai kegiatan, Mirza mengapresiasi terselenggaranya ajang silaturahmi yang mempertemukan perantau dari lima provinsi di kawasan tersebut. Ia menilai, banyak tokoh asal Sumbagsel kini telah menempati posisi strategis di tingkat nasional.
“Ke depan, kita berharap tokoh-tokoh tersebut dapat berkontribusi lebih dalam mengejar ketertinggalan Sumbagsel agar semakin maju dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan posisi strategis Lampung sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera yang memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan kawasan Sumbagsel secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat ikatan kultural masyarakat Sumbagsel yang meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
“Keakraban dan kekerabatan ini diharapkan semakin nyata dalam langkah bersama membangun daerah, tanpa mengesampingkan wilayah lain di Indonesia,” kata Herman Deru.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti perlunya percepatan pembangunan di kawasan Sumbagsel yang dinilai mulai tertinggal dibanding wilayah lain seperti Indonesia Timur dan Kalimantan.
“Dulu kita unggul, tetapi sekarang pertumbuhan di wilayah lain sangat pesat. Karena itu, kita perlu memetakan potensi Sumbagsel secara bersama-sama,” katanya.
Ia mendorong lima provinsi di Sumbagsel untuk menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan guna mengoptimalkan potensi daerah dan mempercepat kemajuan kawasan.
Senada, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa dorongan untuk membangun daerah asal bukanlah bentuk primordialisme, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk berkontribusi.
“Kita memerlukan kesolidan untuk memanfaatkan akses kuat terhadap kebijakan nasional. Dalam kurun 2027–2029, ada peluang percepatan program strategis seperti pembangunan Tol Trans Sumatera,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menekankan pentingnya sinergi kolektif antara tokoh nasional dan kepala daerah di Sumbagsel. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk menghidupkan kembali semangat kejayaan maritim Sriwijaya dalam konteks pembangunan modern.
Momentum ini dinilai menjadi titik awal penguatan sinergi lintas daerah di Sumatera Bagian Selatan untuk menyelaraskan visi pembangunan, mengoptimalkan potensi bersama, serta mendorong percepatan kemajuan kawasan yang berdaya saing di tingkat nasional.(*)

