Connect with us

Ruwajurai

Sambut Idul Fitri 1443 H, Mirza: Jadikan Momentum Untuk Kembali ke Fitrah

Published

on

Foto: Ketua DPD Gerindra Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Jelang menyambut hari ‘kemenangan’ merupakan momen sangat penting, khususnya bagi orang beriman, setelah menjalankan ibadah satu bulan lamanya pada bulan suci Ramadhan.

Bagi Ketua DPD Gerindra Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, untuk kembali ke Fitrah, seluruh egosentrisme dan kesombongan manusia diredam demi menjaga hubungan baik dengan seluruh umat manusia, lingkungan, alam, dan segala sesuatu di luar diri dan masing-masing pribadinya.

“Kualitas keimanan dan nilai ibadah kita diuji, saat kita menjalankan ibadah puasa sebulan penuh pada bulan suci Ramadhan. Seperti kita diharuskan menahan hawa nafsu, mengerjakan hal-hal positif dan bermanfaat, contohnya khatam Al-Qur’an dan juga bersedekah. Serta yang tak kalah penting adalah menjaga sholat berjamaah lima waktu di masjid,” ucap Mirza sapaan akrabnya.

Mirza juga mengajak kepada setiap orang beriman untuk menjadikan lebaran ini sebagai momentum untuk kembali ke Fitrah. Sehingga dalam merayakan Idul Fitri 1443 H bukan hanya sekedar seremonial saja.

“Esensi dari kita berpuasa sebulan penuh ini adalah dapat merubah kebiasaan dari yang buruk menjadi baik. Hal-hal positif yang dilakukan di bulan Ramadhan mesti terus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, ini juga bagian dari makna sesungguhnya untuk kembali ke Fitrah,” urainya.

Menurut Mirza, jika mengutip (Q.S. Al-Baqarah : 222). Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.

“Sumbernya jelas untuk kita kembali ke Fitrah, sehingga masing-masing kita mempunyai peluang untuk menjemput Hidayah. Mari kita menyucikan diri, terus berbuat, bermanfaat bagi lingkungan dan juga sesama,” tambahnya.

Selain itu, Mirza juga mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1443 H bagi masyarakat Lampung yang menjalaninya.

“Selamat Idul Fitri 1443 H, Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Semoga Allah SWT senantiasa membukakan pintu kebahagiaan dan kemakmuran bagi kita semua, Aamiin,” harapnya. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading