Connect with us

Ruwajurai

Usai Terpilih, Ketua KNPI Lampung Langsung Tancap Gas Bergerak Membantu Masyarakat

Published

on

Foto: Ketua KNPI Provinsi Lampung Iqbal saat membagikan Migor di Jatimulyo (istimewa)

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Usai terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung, Iqbal Ardiansyah langsung tancap gas bergerak membantu dan meringankan beban masyarakat dengan membagikan minyak goreng (Migor) kepada warga dusun Jati Sari Desa Jati Mulyo Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (24/4/2022).

Bung Iqbal sapaan akrabnya mengatakan, kegiatan ini tentunya dapat membantu dan meringankan beban masyarakat dalam memenuhi bahan pokok berupa minyak goreng yang masih terbilang tinggi harga dan kurang ketersediaan di pasaran.

“DPD KNPI Lampung terus bergerak meringankan beban masyarakat untuk memenuhi bahan pokok salah satunya yang sempat terjadi kelangkaan minyak goreng ke sejumlah masyarakat di provinsi Lampung dengan kegiatan ini tentunya dapat membantu warga yang membutuhkan,” kata dia.

Bung Iqbal menjelaskan bahwa giat ini tidak berhenti sampai disini, namun akan terus berlanjut dan dilakukan ke sejumlah kabupaten dan Kota di provinsi Lampung.

“Kami akan terus bergerak membantu masyarakat dg membagikan ratusan paket sembako dan minyak goreng ke kabupaten dan kota di provinsi Lampung, untuk hari ini dimulai di Dusun Jati Sari Desa Jati Mulyo Lampung Selatan,” ungkapnya.

Iqbal menyampaikan, penyaluran minyak goreng dikhususkan untuk warga yang kurang mampu dan diserahkan secara simbolis kepada warga melalui setiap RT
“Sebelumnya sudah kami data, lalu kami bagikan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan,” papar Iqbal. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading